HUT RI #81

Merangkai Kata, Menggetarkan Jiwa! Lomba Puisi Bulan Bahasa MTs Negeri 3 Banyumas Kobarkan Semangat Generasi Muda

M
MTSN3 Banyumas
21 Okt 2026
140x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 02-11-2026 12:54
SHARE

BANYUMAS – Oktober menjadi bulan yang istimewa, penuh perayaan dan peringatan yang menghidupkan semangat kebangsaan, literasi, serta kreativitas generasi muda. Dalam suasana penuh semangat tersebut, MTs Negeri 3 Banyumas menggelar lomba baca puisi pada Rabu (21/10/2026) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bahasa. Mengusung tema pendidikan dan semangat belajar, cinta Tanah Air, perjuangan dan cita-cita, serta akhlak dan nilai-nilai kebersihan, lomba ini menjadi panggung bagi murid untuk menyuarakan gagasan, perasaan, dan harapan melalui kekuatan kata-kata. Satu per satu perwakilan kelas tampil membawakan puisi pilihan mereka, menghadirkan beragam warna penampilan, mulai dari suara lantang yang membakar semangat hingga penghayatan lembut yang menyentuh perasaan. Bukan sekadar ajang perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan keberanian berbicara di depan umum, mengasah kemampuan berbahasa, serta membangun kepekaan terhadap nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam setiap bait puisi.

Setiap kelas mengirimkan seorang murid sebagai perwakilan untuk membawakan satu buah puisi. Peserta diberikan kebebasan menggunakan puisi karya sendiri maupun karya penyair lain, dengan ketentuan mencantumkan nama penyair pada judul atau identitas puisi yang dibawakan. Kebebasan tersebut membuka ruang bagi murid untuk mengeksplorasi beragam karya sastra sesuai minat dan kemampuan masing-masing. Ada puisi yang menggelorakan semangat menuntut ilmu, ada pula yang mengajak pendengar merenungkan arti perjuangan, kecintaan kepada bangsa, pentingnya akhlak mulia, hingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Di hadapan teman-teman dan dewan juri, para peserta berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya. Mereka tidak hanya dituntut membaca rangkaian kata dengan benar, tetapi juga menyampaikan pesan puisi melalui suara, ekspresi, gerak tubuh, dan penghayatan yang mendalam. Setiap penampilan menjadi pembuktian bahwa puisi bukan sekadar susunan kata berima, melainkan media untuk menyampaikan pesan, membangkitkan kesadaran, dan menggerakkan hati.

Penilaian lomba dipercayakan kepada dua guru Bahasa Indonesia, yaitu Siti Nilawati dan Salsabila Ramadhanti. Keduanya memberikan perhatian terhadap sejumlah aspek penting yang menentukan kualitas penampilan peserta. Aspek tersebut meliputi penghayatan dan ekspresi, vokal, artikulasi dan intonasi, mimik serta gestur, pemahaman dan penjiwaan isi puisi, hingga penguasaan panggung. Melalui kriteria tersebut, peserta didorong untuk memahami makna puisi secara utuh sebelum menyampaikannya kepada pendengar. Suara yang lantang perlu diimbangi artikulasi yang jelas, ekspresi harus selaras dengan isi, dan gerak tubuh hendaknya memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Penguasaan panggung pun menjadi unsur penting agar peserta mampu tampil percaya diri dan membangun hubungan emosional dengan audiens. Lomba ini sekaligus menjadi pembelajaran praktis bahwa keterampilan berbahasa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami teks, tetapi juga kecakapan mengomunikasikan gagasan secara efektif, ekspresif, dan penuh makna.

Ada cerita kecil yang membuat suasana lomba terasa semakin hidup. Ketika tim Humas berkeliling di sekitar area kegiatan, seorang murid kelas 9E menyampaikan harapannya dengan penuh semangat, “Ibu, doakan ya, nanti suara saya akan keras dan menghayati puisinya biar juara.” Ucapan sederhana itu mengundang senyum sekaligus memperlihatkan kesungguhan seorang murid yang sedang mempersiapkan diri memberikan penampilan terbaiknya. Di balik keinginannya meraih juara, tersimpan keberanian untuk mencoba, tekad untuk tampil maksimal, dan harapan agar latihan yang dilakukan membuahkan hasil. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa perlombaan bukan hanya tentang siapa yang memperoleh nilai tertinggi, tetapi juga tentang proses membangun kepercayaan diri, melawan rasa gugup, dan belajar menghadapi tantangan. Bagi murid, panggung puisi adalah tempat untuk berlatih menjadi berani; bagi guru, setiap penampilan merupakan kesempatan melihat potensi yang mungkin belum sepenuhnya muncul dalam pembelajaran sehari-hari.

Melalui lomba baca puisi dalam rangka Bulan Bahasa ini, MTs Negeri 3 Banyumas terus menghidupkan budaya literasi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Puisi menjadi jembatan yang menghubungkan kemampuan berbahasa dengan pembentukan karakter, karena di dalamnya terdapat pesan tentang pendidikan, perjuangan, cita-cita, cinta Tanah Air, akhlak mulia, dan kepedulian terhadap lingkungan. Semangat para peserta menunjukkan bahwa keberanian berkarya perlu terus dirawat, sementara kemampuan berbahasa harus dikembangkan melalui pengalaman nyata dan kesempatan untuk tampil. Siapa pun yang nantinya meraih gelar juara, setiap murid yang berani berdiri di panggung dan menyuarakan puisinya telah memenangkan satu hal penting: keberanian untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan percaya diri. Sebab, dari kata-kata yang dirangkai dengan hati, tumbuh keberanian untuk bermimpi; dari puisi yang dilantangkan dengan penghayatan, tumbuh kesadaran untuk belajar, berjuang, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Inilah semangat Bulan Bahasa di MTs Negeri 3 Banyumas—merangkai kata, mengasah rasa, menyalakan cita-cita, dan melahirkan generasi yang berkarakter melalui budaya literasi.

Humas MTs Negeri 3 Banyumas

#HumasMTsN3 #BulanBahasa #LombaBacaPuisi #LiterasiMadrasah #MadrasahKERENNGTREN