Minggu Terakhir Muharram, Penyuluh KUA Gumelar Ajak Jamaah MT Nurul Iman Cihonje Muhasabah dan Tangkal Mitos Bulan Safar
Oleh HUMAS
Gumelar – Memasuki minggu terakhir di bulan suci Muharram, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gumelar menggelar kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Nurul Iman, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Kegiatan ini sengaja difokuskan untuk memanfaatkan momentum krusial akhir bulan hijriah tersebut guna meningkatkan spiritualitas warga setempat. Kamis (09/07)
Dalam paparannya di hadapan para jamaah, Tim Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gumelar menekankan empat poin utama yang menjadi bekal penting bagi masyarakat:
-
Muhasabah Akhir Bulan: Jamaah diajak untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) secara mendalam atas segala amal ibadah dan perilaku yang telah diperbuat sepanjang bulan Muharram.
-
Pentingnya Istiqomah: Penyuluh mengingatkan bahwa berakhirnya bulan Muharram bukan berarti mengendurnya semangat beribadah. Sebaliknya, ritme ibadah harus tetap dijaga secara konsisten (istiqomah) pada bulan-bulan berikutnya.
-
Menyambut Bulan Safar tanpa Mitos: Memasuki bulan Safar, penyuluh memberikan edukasi dan pemahaman keagamaan yang lurus agar jamaah terhindar dari berbagai mitos keliru (seperti anggapan Safar sebagai bulan sial). Masyarakat didorong untuk tetap optimis dan memperkuat ketaatan kepada Allah SWT.
-
Peningkatan Kualitas Diri: Di penghujung bulan ini, jamaah dimotivasi untuk memperbanyak istighfar atas segala kekurangan yang lalu, sekaligus meningkatkan intensitas ibadah sebagai persiapan rohani menuju bulan Safar.
Acara penyuluhan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat dan tertib. Antusiasme yang ditunjukkan oleh jamaah MT Nurul Iman terlihat sangat tinggi sejak awal hingga akhir sesi.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Gumelar berharap para jamaah, khususnya masyarakat Desa Cihonje, dapat lebih bijak dalam memanfaatkan waktu serta mampu mengimplementasikan peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan tersebut dalam kehidupan sosial sehari-hari.
