MTs Negeri 3 Banyumas Hadiri Deklarasi Komitmen Banyumas Tolak LGBT, Teguhkan Peran Madrasah dalam Penguatan Karakter Generasi Bangsa
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas - MTs Negeri 3 Banyumas turut berpartisipasi dalam kegiatan Sarasehan "Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Banyumas yang Lebih Sehat" yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji Purwokerto. Kepala MTs Negeri 3 Banyumas, H. Sudir, menugaskan Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat, Latifatul Azizah, untuk mewakili madrasah dalam kegiatan tersebut. Sarasehan dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri atas ulama, tokoh agama, tokoh pemuda, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun masyarakat Banyumas yang lebih sehat, bermoral, dan berkarakter. Jumat (24/07)
Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dan doa yang dipimpin oleh Ahsin Aedi, dilanjutkan laporan Ketua Panitia, Fauzi. Dalam laporannya disampaikan bahwa sarasehan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum penyatuan komitmen berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat upaya preventif dalam menjaga generasi muda dari berbagai perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, moral, dan norma sosial. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan besarnya perhatian masyarakat Banyumas terhadap pentingnya membangun lingkungan yang sehat melalui kolaborasi seluruh pihak.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Banyumas, Taefur Arofat, menjelaskan bahwa penyelenggaraan sarasehan merupakan tindak lanjut atas perhatian MUI terhadap isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Beliau menegaskan bahwa MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bijaksana melalui penguatan nilai-nilai agama, pendidikan, dan pembinaan keluarga.
Sementara itu, Bupati Banyumas dalam sambutannya mengajak seluruh unsur pemerintah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta lembaga pendidikan untuk bersama-sama memperkuat edukasi kepada masyarakat. Beliau menekankan pentingnya pendidikan karakter dan pendidikan kesehatan reproduksi yang sesuai dengan usia dan nilai-nilai yang dianut masyarakat, sehingga anak-anak dan remaja memiliki pemahaman yang benar, mampu menjaga diri, serta terhindar dari perilaku berisiko. Bupati juga menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk karakter anak, yang kemudian diperkuat oleh sekolah, masyarakat, pemerintah, dan para tokoh agama melalui langkah-langkah nyata yang berkesinambungan.
Keikutsertaan MTs Negeri 3 Banyumas dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan karakter dan akhlakul karimah di lingkungan madrasah. Sebagai lembaga pendidikan Islam, MTs Negeri 3 Banyumas berkomitmen untuk terus membangun budaya madrasah yang religius, aman, dan ramah bagi tumbuh kembang murid melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman, penguatan akhlak mulia, serta kolaborasi yang erat dengan orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Madrasah meyakini bahwa lahirnya generasi yang beriman, berilmu, dan berkarakter merupakan hasil dari kerja sama seluruh elemen bangsa dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan penuh keteladanan.(HumasMTsN3).
