Nilai-Nilai PAI adalah Bekal Utama Murid

Oleh HUMAS
SHARE

 

Kebasen - SMK Tunas Bangsa Kebasen terus memperkuat penanaman nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai bekal utama bagi para murid dalam menghadapi masa depan. Penguatan tersebut diarahkan tidak hanya untuk mempersiapkan lulusan yang siap memasuki Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), tetapi juga bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Nilai agama diharapkan menjadi fondasi yang membimbing murid agar mampu mengembangkan kompetensi sekaligus memiliki karakter dan akhlak yang kuat. Senin (10/08)

Hal tersebut disampaikan Pengawas PAI Kankemenag Kabupaten Banyumas dalam kegiatan visitasi di SMK Tunas Bangsa Kebasen. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya pembiasaan nilai-nilai PAI dalam kehidupan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. Pembelajaran PAI diharapkan mampu mengikuti kebutuhan dan karakteristik murid, namun tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip nilai keagamaan. Selain itu, guru perlu memperkuat key word atau kata kunci dalam setiap pembelajaran agar tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat diaktualisasikan dalam perilaku nyata.

Kepala SMK Tunas Bangsa Kebasen, Susriyadi, menyampaikan komitmen sekolah untuk memberikan bekal pendidikan yang seimbang antara agama, ilmu pengetahuan, dan amal. Keseimbangan antara iman, sains, dan teknologi menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai moral. “Kami berharap ke depan para murid tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kompeten, sekaligus berkarakter,” ungkapnya.

Sementara itu, Ruchanah, salah satu Guru PAI SMK Tunas Bangsa Kebasen, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bimbingan serta pendampingan yang diberikan Pengawas PAI. Ia menegaskan kesiapan untuk terus melakukan pembaruan diri, khususnya dalam pemanfaatan media dan pengembangan model pembelajaran PAI yang relevan dengan kebutuhan murid. Menurutnya, penguatan habituasi PAI harus terus dilakukan agar nilai-nilai agama benar-benar menjadi bekal kehidupan, sehingga lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan karakter yang kokoh.