Optimalkan Pengelolaan Zakat, KUA Tambak dan Baznas Banyumas Sosialisasikan Pembentukan UPZ di Watuagung

Oleh KUA Tambak
SHARE

BANYUMAS – Dalam upaya mengoptimalkan tata kelola dan potensi zakat hingga tingkat desa, Penyuluh Agama Islam KUA Tambak sekaligus Duta Baznas Kabupaten Banyumas, Supriyatno menggelar kegiatan Sosialisasi Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Manajemen Zakat. Kamis (06/08)

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Watuagung ini terselenggara berkat kerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (SAIZU) Purwokerto.

Mendorong Akuntabilitas dan Kelengkapan Legalitas

Sosialisasi ini dihadiri oleh para pengurus dan takmir masjid serta mushala dari seluruh wilayah Desa Watuagung. Fokus utama acara ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan terintegrasi melalui pembentukan UPZ yang resmi.

Dalam pemaparannya, Supriyatno, S.Sos. menekankan bahwa keberadaan UPZ di setiap rumah ibadah sangat krusial untuk memastikan penghimpunan dan pendistribusian zakat tepat sasaran serta memiliki legalitas hukum yang jelas.

"Kami berharap melalui sosialisasi ini, seluruh masjid dan mushala di Desa Watuagung dapat segera memiliki Surat Keputusan (SK) UPZ resmi dari Baznas. Dengan adanya SK UPZ, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya lebih terstruktur, tetapi juga makin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat," ujar Supriyatno.

Kolaborasi Bersama Mahasiswa KKN

Peran aktif mahasiswa KKN UIN SAIZU Purwokerto dalam memfasilitasi kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta. Sinergi antara penyuluh agama, lembaga zakat resmi, perguruan tinggi, dan pengurus tempat ibadah diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya ekosistem pengelolaan zakat desa yang mandiri dan berdaya guna.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Watuagung dan KUA Tambak optimistis seluruh masjid dan mushala di Watuagung dapat melengkapi administrasi kelembagaannya sehingga manfaat pengelolaan zakat dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat setempat.