Pesan I'tibar Dari Grujugan: Penyuluh Agama KUA Kemranjen Ingatkan Kefanaan Dunia Di Pemberangkatan Jenazah

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

KEMRANJEN – Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti Desa Grujugan, Kecamatan Kemranjen. Ratusan pelayat memadati halaman rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengantarkan jenazah salah seorang warga setempat ke peristirahatannya yang terakhir. Rabu (05/08)

Acara duka ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk mengambil i'tibar (pelajaran spiritual) mendalam tentang kefanaan kehidupan dunia. Prosesi pemberangkatan jenazah ini terasa berbeda dengan kehadiran tokoh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kemranjen, Miftahudin, yang secara khusus diundang untuk mengisi tausiyah dan memimpin doa.

Dalam ceramahnya, Miftahudin menekankan bahwa kematian adalah nasehat yang paling diam namun paling keras. "Setiap jiwa pasti akan merasakan mati. Kepergian saudara kita hari ini adalah cermin bagi kita yang masih hidup. Ini adalah i'tibar agar kita senantiasa mempersiapkan bekal terbaik, yaitu amal sholeh, karena hanya itu yang akan menemani kita," ujar Miftahudin di hadapan para pelayat yang menyimak dengan hidmat.

Kehadiran pelayat tidak hanya datang dari tetangga terdekat, tetapi juga menunjukkan keragaman hubungan sosial almarhum semasa hidup. Terlihat hadir dalam barisan pelayat, Keluarga Besar SMA N 1 Purwokerto dan perwakilan dari KAI Daop 5 Purwokerto, yang datang untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus mendoakan almarhum.(G)