Pengawas PAI Perkuat Ketahanan Remaja melalui Program BRUS Kemenag Banyumas

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto - Upaya membangun generasi muda yang tangguh tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memerlukan penguatan keterampilan hidup (life skills) dan karakter keagamaan. Berangkat dari semangat tersebut, Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas menyelenggarakan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Angkatan 16  Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Purwokerto ini menjadi titik awal pelaksanaan BRUS yang selanjutnya akan digelar secara bergilir di sejumlah SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di Kabupaten Banyumas. Kamis (06/08)

"Dalam kegiatan tersebut, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Banyumas, Siti Nur Hidayati—yang akrab disapa Inung—turut dipercaya menjadi narasumber bersama para praktisi dan tenaga profesional yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya."

Membuka kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, mengajak seluruh narasumber dan penyelenggara menjadikan Program BRUS sebagai gerakan pembinaan yang dilaksanakan secara profesional. Mengutip pemikiran John Maxwell, ia menyampaikan tiga prinsip kepemimpinan, yaitu We Know the Way, We Go the Way, dan We Show the Way. Menurutnya, setiap narasumber harus memahami arah dan regulasi program, melaksanakan tugas sesuai pedoman, serta mampu menjadi teladan dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi dan media sosial sebagai sarana edukasi bagi remaja. "Program yang baik akan memberikan dampak apabila dipahami, dijalankan dengan benar, dan disebarluaskan melalui cara-cara yang kreatif," tegasnya.

Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Agus Setiawan, menambahkan bahwa keberhasilan BRUS sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sekolah, keluarga, penyuluh agama, pengawas, dan masyarakat harus membangun relasi yang kuat agar pembinaan remaja berlangsung secara berkesinambungan. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan bimbingan yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membentuk karakter serta memperkuat ketahanan sosial peserta didik.

Materi BRUS dirancang secara komprehensif untuk menjawab berbagai tantangan kehidupan remaja masa kini. Pokok bahasan meliputi Konsep Diri Remaja Qur'ani, Tantangan Remaja Masa Kini seperti perkawinan anak, kehamilan remaja, dan persoalan sosial lainnya, Self Protection, Membangun Relasi Sosial, Pengelolaan Emosi dan Keterampilan Komunikasi, hingga Pengambilan Keputusan. Keseluruhan materi disampaikan secara interaktif dengan pendekatan edukatif dan preventif agar peserta mampu mengenali potensi diri, mengelola risiko, serta mengambil keputusan yang bijaksana berdasarkan nilai-nilai agama dan kehidupan.

Keterlibatan Pengawas PAI sebagai narasumber mencerminkan semakin luasnya peran pengawas sebagai pendidik, pembina, sekaligus mitra strategis dalam pembangunan karakter generasi muda. Melalui Program BRUS, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas berharap lahir remaja yang memiliki kematangan spiritual, kecerdasan emosional, dan kemampuan sosial yang baik sehingga mampu menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab._nungh