Penyuluh Agama Islam Rawalo Tekankan Rasa Sabar, Syukur, dan Senyum (3S) Pada Pertemuan PKH Desa Sanggreman
Banyumas - Pertemuan rutin Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sanggreman, Kecamatan Rawalo, berlangsung penuh antusias saat Penyuluh Agama Islam Kecamatan Rawalo hadir memberikan pembinaan dengan tema “Sabar, Syukur, dan Senyum dalam Menjalani Kehidupan”. Kegiatan ini diikuti para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai bagian dari penguatan karakter dan spiritual. Kegiatan ini dihadiri oleh Handini selaku Koordinator PKH dan Para keluarga Penerima Manfaat di kelompok 6 Desa Sanggreman.
Dalam materinya, Sairan Abdul Majid, selaku Penyuluh Agama Islam menekankan pentingnya tiga sikap sederhana namun berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari. Sabar, menurutnya, menjadi pegangan penting ketika seseorang menghadapi ujian, baik ekonomi, kesehatan, maupun dinamika keluarga. “Sabar bukan berarti berhenti berusaha, tetapi tetap tenang dan terus berikhtiar meski keadaan belum sesuai harapan,” ujar Sairan.
Selain kesabaran, ia juga mengajak para peserta untuk bersyukur atas berbagai nikmat yang masih dimiliki, sekecil apa pun itu. Sikap syukur diyakini mampu menghadirkan ketenangan hati dan mencegah seseorang dari mudah mengeluh. “Orang yang bersyukur akan lebih mudah melihat sisi baik dalam setiap keadaan,” tambahnya.
Pesan terakhir yang disampaikan adalah senyum, sebagai bentuk kebahagiaan dan energi positif yang dapat dibagikan kepada orang lain. Menurutnya, senyum adalah ibadah sederhana yang mudah dilakukan tetapi mampu memperbaiki suasana hati, baik pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Para peserta PKH terlihat antusias dan aktif berdiskusi selama penyampaian materi. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pesan-pesan tersebut sangat menguatkan, terutama ketika dihadapkan pada berbagai kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.
Marsiyah selaku Ketua kelompok PKH Desa Sanggreman mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama Islam Rawalo dan berharap pembinaan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Selain menerima bantuan, kami juga butuh penguatan mental dan spiritual agar lebih siap menghadapi tantangan,” ujarnya.
Pertemuan ditutup dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Diharapkan, nilai sabar, syukur, dan senyum dapat terus membimbing para KPM dalam menjalani kehidupan yang lebih baik dan penuh optimisme.
