Penyuluh Ajarkan Komunikasi Efektif kepada Catin
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Joharulloh, memberikan materi tentang keterampilan komunikasi dalam rumah tangga kepada calon pengantin (catin) dalam kegiatan bimbingan perkawinan. Materi tersebut bertujuan membekali pasangan yang akan menikah dengan kemampuan membangun komunikasi yang sehat sebagai fondasi dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, wa rahmah. Kamis (09/07)
Dalam penyampaiannya, Joharulloh menjelaskan bahwa komunikasi merupakan kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Sikap saling mendengarkan, menghargai pendapat pasangan, menyampaikan perasaan dengan santun, serta menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah menjadi keterampilan yang perlu dimiliki setiap pasangan sejak awal membangun kehidupan berumah tangga.
"Rumah tangga yang harmonis tidak dibangun semata karena rasa cinta, tetapi juga karena komunikasi yang baik. Suami dan istri perlu membiasakan diri berdialog dengan jujur, saling menghormati, serta menghindari ucapan yang dapat melukai hati pasangan. Dengan komunikasi yang efektif, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bijaksana sehingga keluarga tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan,tutur Joharulloh.
Salah seorang calon pengantin, Zahra, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari materi yang disampaikan. "Materi ini sangat bermanfaat bagi kami yang akan segera menikah. Saya jadi memahami bahwa komunikasi bukan sekadar berbicara, tetapi juga mendengarkan, menghargai pasangan, dan mencari solusi bersama ketika menghadapi masalah. Insyaallah bekal ini akan kami terapkan dalam kehidupan rumah tangga nanti," ujarnya.
Melalui bimbingan perkawinan, KUA Wangon terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan calon pengantin agar siap memasuki kehidupan berkeluarga. Selain memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri, kegiatan ini juga membekali peserta dengan keterampilan praktis, termasuk komunikasi efektif, pengelolaan konflik, dan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bekal membangun keluarga yang tangguh, harmonis, dan sejahtera. (jhr)
