HUT RI #81

Penyuluh KUA Jatilawang Ikuti Tausiyah Siraman Kalbu, Menuai Ridha Sang Kuasa

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
04 Nov 2026
12x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 04-11-2026 16:04
SHARE

 

Jatilawang – Pengabdian seorang Penyuluh Agama Islam tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Di mana pun berada dan dalam situasi apa pun, kesempatan untuk menyampaikan pesan kebaikan hendaknya menjadi bagian dari komitmen dakwah. Semangat inilah yang tercermin dalam kiprah Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang dalam mengikuti dan menyampaikan tausiyah sebagai siraman kalbu untuk meraih ridha Allah SWT. Rabu (04/11)

Melalui kegiatan tausiyah keagamaan yang diikuti dengan penuh khidmat, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang berupaya menjadikan setiap kesempatan sebagai ruang untuk menambah ilmu, memperkuat keimanan, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.

Tausiyah bukan sekadar aktivitas mendengarkan nasihat, tetapi menjadi sarana introspeksi diri agar setiap langkah kehidupan senantiasa berada dalam tuntunan agama. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan mampu menyejukkan hati, membangun kesadaran spiritual, dan menumbuhkan semangat untuk terus berbuat baik.

Dalam menjalankan tugas kepenyuluhan, seorang Penyuluh dituntut siap hadir di mana pun masyarakat membutuhkan. Tidak hanya dalam forum resmi, majelis taklim, maupun kegiatan pembinaan, tetapi juga dalam berbagai kesempatan sederhana yang memungkinkan tersampaikannya nilai-nilai kebaikan.

Melalui siraman kalbu tersebut, Penyuluh diajak untuk senantiasa menjaga keikhlasan dalam bekerja, memperkuat integritas dalam bertugas, serta menjadikan pengabdian sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

KUA Jatilawang berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh dalam diri setiap Penyuluh Agama Islam sehingga kehadirannya benar-benar membawa kesejukan, keteladanan, dan kemanfaatan bagi umat.