Penyuluh KUA Purwokerto Barat Bekali Catin dengan Pondasi Keluarga Sakinah

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Banyumas – Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat, Zumrotus Sangadah, memberikan pembekalan kepada pasangan calon pengantin (catin) Anggi Matovano dari Kelurahan Kober dan Nailis Sangadah dari Wonosobo dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri yang dilaksanakan di ruang Balai Nikah KUA Purwokerto Barat. Selasa (09/06).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya KUA dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan dalam membangun rumah tangga yang harmonis, kokoh, dan penuh keberkahan. Bimbingan perkawinan menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai keluarga sakinah sebelum pasangan memasuki kehidupan berumah tangga.

Dalam penyampaiannya, Zumrotus Sangadah menekankan pentingnya membangun pondasi keluarga sakinah yang berlandaskan keimanan, komunikasi yang baik, saling menghormati, serta pemahaman akan hak dan kewajiban suami istri. Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga merupakan amanah yang harus dijaga dengan komitmen dan tanggung jawab bersama.

“Rumah tangga yang sakinah tidak terbentuk secara instan. Dibutuhkan niat yang lurus, kesabaran, komunikasi yang sehat, serta kemampuan untuk saling mendukung dalam setiap kondisi kehidupan,” ujarnya di hadapan pasangan catin.

Selain membahas konsep keluarga sakinah, kegiatan bimbingan juga mengupas berbagai dinamika kehidupan rumah tangga, upaya penyelesaian konflik secara bijak, serta pentingnya menjaga ketahanan keluarga sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan setelah menikah. Materi tersebut sejalan dengan tujuan Bimbingan Perkawinan yang diselenggarakan Kementerian Agama untuk mempersiapkan calon pengantin menuju keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Pasangan Anggi Matovano dan Nailis Sangadah mengikuti kegiatan dengan antusias serta memanfaatkan sesi dialog untuk berkonsultasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan berumah tangga. Melalui bimbingan ini diharapkan keduanya dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta menjadi keluarga yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. (is)