Penyuluh Sosialisasikan Pencegahan Perkawinan Anak, Stunting dan Rashdul Kiblat di MT Al Hidayah
Oleh KUA Purwokerto Barat
Banyumas – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Barat, Iswanto, menyampaikan bimbingan dan penyuluhan kepada jamaah Majelis Ta'lim Al Hidayah, Kelurahan Kedungwuluh. Jumat (10/07).
Dalam kegiatan tersebut, Iswanto mengangkat tiga materi penting, yakni pencegahan perkawinan anak, pencegahan stunting, serta sosialisasi rashdul kiblat. Penyampaian materi ini merupakan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan.
Pada sesi pertama, Iswanto menjelaskan bahwa perkawinan anak memiliki berbagai dampak negatif, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun sosial. Ia mengajak para orang tua untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak agar dapat mempersiapkan masa depan dengan pendidikan dan bekal yang memadai sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Selanjutnya, Iswanto menyampaikan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Menurutnya, stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga memerlukan perhatian terhadap kesehatan ibu, pola asuh anak, serta kesiapan pasangan dalam membangun keluarga. Ia berharap masyarakat semakin peduli terhadap upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Selain itu, Iswanto juga memberikan sosialisasi mengenai rashdul kiblat, yaitu fenomena ketika posisi matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga dapat dimanfaatkan untuk memastikan arah kiblat secara akurat. Ia menjelaskan tata cara pelaksanaan pengukuran arah kiblat menggunakan momentum rashdul kiblat agar masyarakat dapat memanfaatkannya dengan benar.
Para jamaah Majelis Ta'lim Al Hidayah mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka menyimak materi yang disampaikan serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pencegahan perkawinan anak, stunting, maupun pelaksanaan rashdul kiblat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang sehat, berkualitas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik, termasuk dalam memastikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah. (is)
