Penyuluh Tak Kenal Lelah Turut Membangun Lingkungan

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas – Di tengah padatnya jadwal bimbingan keagamaan, Penyuluh Agama KUA Wangon menunjukkan sisi lain dari pengabdian mereka dengan terjun langsung dalam aksi fisik pembangunan Masjid Miftahul Huda, Desa Wangon. Tidak hanya membekali masyarakat dengan materi spiritual, penyuluh tampak antusias membaur bersama warga, memindahkan material bangunan hingga membantu pengecoran. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa peran penyuluh agama tidak hanya sebatas di atas mimbar, tetapi juga hadir dalam setiap denyut nadi pembangunan sarana peribadatan di wilayah binaan. Rabu (06/05/26)

Gotong royong pembangunan masjid ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah antara aparatur pemerintah dan masyarakat setempat. Kehadiran penyuluh di lokasi konstruksi memberikan suntikan semangat tersendiri bagi warga desa yang sedang bahu-membahu mendirikan tempat ibadah tersebut. Sinergi yang tercipta menunjukkan bahwa kekuatan tenaga dan kebersamaan adalah modal utama dalam menyelesaikan proyek umat, di samping dukungan dana yang terus mengalir dari para donatur dan swadaya masyarakat.

Syarifudin, salah satu Penyuluh Agama yang turut serta dalam aksi tersebut, menyampaikan bahwa keterlibatan fisik dalam pembangunan masjid adalah bentuk dakwah bil hal atau dakwah melalui perbuatan nyata. Menurutnya, seorang penyuluh harus mampu menjadi teladan dalam segala aspek, termasuk dalam urusan memelihara dan membangun fasilitas keagamaan.

"Kami ingin menunjukkan bahwa penyuluh agama juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir secara fisik di tengah masyarakat. Membangun masjid bukan hanya soal menyusun bata dan semen, tetapi tentang bagaimana kita membangun kebersamaan dan rasa memiliki terhadap rumah Allah ini. Semoga tenaga yang sedikit kami berikan ini menjadi saksi pengabdian kami kepada umat," ujar Syarifudin.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut diakhiri dengan diskusi ringan antara penyuluh dan tokoh masyarakat mengenai program-program pemakmuran masjid di masa depan. Masyarakat Desa Wangon mengapresiasi tinggi ketulusan penyuluh yang tidak segan kotor-kotoran demi kelancaran pembangunan Masjid Miftahul Huda. Diharapkan, setelah bangunan fisik selesai, semangat gotong royong ini tetap terjaga dalam memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan ibadah dan pemberdayaan masyarakat yang lebih produktif. (jhr)