HUT RI #81

Penyuluhan Tingkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Quran Bersama MT Nurul Hidayah Kalibagor

Oleh KUA kalibagor
SHARE

Kalibagor - Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, Penyuluh Agama Islam KUA Kalibagor, yaitu Risna Fridiasti, Eni Lutfiati, dan Riya Purwaningrum, melaksanakan kegiatan Bimbingan Penyuluhan Agama Islam bersama Majelis Taklim Nurul Hidayah Kalibagor. Kamis (20/08)

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat, penuh kekeluargaan, dan antusias. Para jamaah Majelis Taklim Nurul Hidayah mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata peran Penyuluh Agama Islam dalam mendampingi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Pada kesempatan tersebut, para penyuluh menyampaikan materi mengenai cara membaca dan menulis Al-Qur’an yang baik dan benar. Materi tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga langsung dipraktikkan bersama para jamaah agar setiap peserta dapat mengetahui kesalahan sekaligus memperbaiki cara membaca Al-Qur’an.

Kegiatan diawali dengan tahsin surat-surat pendek. Para jamaah diajak membaca beberapa surat pendek yang sudah familiar dalam kehidupan sehari-hari, kemudian penyuluh memberikan contoh bacaan yang tepat. Dalam proses tahsin, penyuluh memberikan perhatian pada makhrajul huruf, panjang pendek bacaan, ketepatan harakat, serta penerapan hukum-hukum tajwid sederhana. Para jamaah mengikuti bacaan secara bersama-sama, kemudian mengulanginya sampai bacaan menjadi lebih tepat dan lancar.

Suasana semakin menarik ketika kegiatan dilanjutkan dengan sesi ngaji maju satu per satu. Jamaah diberikan kesempatan untuk membaca Al-Qur’an secara bergantian di hadapan penyuluh. Dengan cara ini, penyuluh dapat mengetahui kemampuan masing-masing jamaah secara lebih dekat. Apabila ditemukan kesalahan dalam pelafalan huruf, panjang pendek bacaan, maupun penerapan tajwid, penyuluh memberikan koreksi dengan cara yang santun dan mudah dipahami.

Sesi membaca satu per satu ini juga menjadi ruang belajar yang sangat bermanfaat. Jamaah tidak hanya belajar dari koreksi yang diberikan kepada dirinya sendiri, tetapi juga dapat menyimak bacaan jamaah lainnya. Dengan demikian, terjadi proses belajar bersama yang membuat kegiatan terasa lebih hidup dan tidak monoton.

Para jamaah terlihat antusias mengikuti kegiatan meskipun beberapa di antaranya masih merasa kurang percaya diri ketika harus membaca secara langsung. Penyuluh terus memberikan motivasi bahwa belajar membaca Al-Qur’an tidak mengenal usia dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki bacaan. Kesalahan dalam belajar bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.

Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh juga mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan membaca Al-Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Membaca Al-Qur’an dengan benar merupakan bentuk ikhtiar dalam memuliakan kalam Allah SWT. Selain mendapatkan pahala dari setiap huruf yang dibaca, kemampuan membaca dengan baik juga membantu seseorang memahami dan mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Majelis Taklim Nurul Hidayah Kalibagor. Para jamaah diharapkan semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an, semakin teliti dalam memperhatikan tajwid dan makhraj, serta memiliki semangat untuk terus belajar dan memperbaiki bacaan.

Kegiatan ditutup dengan pesan motivasi dari para penyuluh agar jamaah tidak hanya belajar ketika ada kegiatan majelis taklim, tetapi juga membiasakan membaca dan mentahsin Al-Qur’an secara rutin di rumah. Semangat belajar bersama diharapkan terus tumbuh sehingga Majelis Taklim Nurul Hidayah dapat menjadi salah satu wadah yang mampu melahirkan generasi masyarakat yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.