Perkokoh Tiang Agama, Penyuluh KUA Gumelar Sampaikan Keutamaan Shalat di MT Nurfalah Cihonje

Oleh HUMAS
SHARE

Gumelar — Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas ibadah masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA)  Gumelar, Kambali, memberikan pembinaan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurfalah, RW 09 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Senin (20/07)

Dengan mengusung tema "Fadhailul Shalat" (Keutamaan dan Keistimewaan Shalat), kegiatan bimbingan penyuluhan ini disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh warga dan jamaah setempat.

Dalam pemaparannya, Kambali menguraikan secara mendalam betapa krusialnya kedudukan shalat dalam kehidupan seorang Muslim. Beliau menegaskan bahwa shalat adalah amududdin atau tiang agama. "Barang siapa yang menegakkan shalat, maka ia telah menegakkan agamanya. Sebaliknya, siapa saja yang meninggalkannya, berarti ia sedang meruntuhkan agamanya sendiri," jelas Kambali di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT pada hari kiamat kelak. Kualitas shalat seseorang menjadi barometer utama; jika shalatnya baik dan diterima, maka amal-amal ibadah lainnya pun akan dinilai baik.

Selain kedudukannya, materi penyuluhan juga menekankan pada keutamaan menunaikan shalat secara berjamaah serta menjaga kekhusyukan, di antaranya:

  • Pahala Berlipat Ganda: Shalat berjamaah memiliki ganjaran hingga 27 derajat lebih tinggi dibandingkan shalat yang dilakukan secara mandiri (munfarid).

  • Pembersih Dosa: Mentauladani hadis Nabi, shalat lima waktu diibaratkan seperti mandi lima kali sehari di sungai yang jernih. Ibadah ini secara konsisten menghapuskan dosa-dosa kecil yang dilakukan manusia sehari-hari.

  • Sarana Ketenangan Hati: Shalat yang didirikan dengan thuma'ninah dan khusyuk menjadi media komunikasi spiritual paling ampuh untuk mendatangkan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Di akhir sesi, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar ini menyampaikan imbauan hangat kepada seluruh jamaah MT Nurfalah agar senantiasa istiqomah memakmurkan masjid dan musala di lingkungan RW 09 Desa Cihonje.

Beliau juga mengajak para orang tua untuk mengubah sudut pandang terhadap shalat—tidak hanya menganggapnya sebagai penggugur kewajiban semata, tetapi sebagai kebutuhan ruhani. Penting pula bagi setiap keluarga untuk menanamkan rasa cinta terhadap ibadah shalat kepada anak-anak sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan penyuluhan keagamaan ini berlangsung dengan lancar dan interaktif. Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar fikih ibadah sehari-hari serta ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan keselamatan seluruh warga Desa Cihonje.