Puasa dan Integritas Menanamkan Budaya Anti Korupsi di MT Nurul Furqon
Banyumas - Bimbingan penyuluhan agama Islam dengan tema “Relevansi Puasa dalam Membangun Integritas dan Budaya Anti Korupsi” digelar di Majelis Taklim Nurul Furqon, Desa Pengadegan Kecamatan Wangon. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 53 jamaah yang antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi diskusi. Penyuluhan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pengendalian diri sebagai fondasi membangun masyarakat yang bersih dari praktik korupsi. Senin (02/03/26)
Dalam pemaparannya, Joharulloh, penyuluh agama Islam, menjelaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga latihan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat integritas pribadi. Menurutnya, orang yang mampu menjaga diri saat berpuasa meski tidak ada yang melihat, sejatinya sedang membangun karakter jujur yang menjadi dasar budaya anti korupsi.
“Puasa melatih kita untuk jujur kepada Allah dan kepada diri sendiri. Jika saat berpuasa kita mampu menahan diri dari hal yang halal di siang hari, maka seharusnya kita lebih mampu lagi menahan diri dari yang haram, termasuk perbuatan korupsi,” tegas Joharulloh di hadapan para jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa integritas dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin waktu, amanah dalam pekerjaan, dan tidak mengambil hak orang lain. Nilai-nilai tersebut, jika dibiasakan selama bulan Ramadhan dan diterapkan secara konsisten, akan membentuk budaya masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran serta menolak segala bentuk penyimpangan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama para jamaah untuk menjadikan momentum puasa sebagai sarana introspeksi dan perbaikan diri. Dengan semangat kebersamaan, Majelis Taklim Nurul Furqon Pengadegan berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadhan mampu diwujudkan dalam kehidupan nyata, sehingga tercipta lingkungan yang berintegritas dan bebas dari praktik korupsi. (jhr)
