Rajut Kebersamaan Lewat Patungan Belanja Kebutuhan Dapur
Oleh KUA Wangon
Banyumas - Kantor Urusan Agama (KUA) sering kali diidentikkan dengan kesan birokrasi yang kaku, formal, dan penuh dengan urusan administrasi yang menjemukan. Namun, suasana berbeda justru terpancar di KUA Wangon. Guna mencairkan ketegangan dan meruntuhkan sekat hierarki antar-pegawai, mereka menginisiasi sebuah tradisi unik yang hangat, yakni patungan sukarela untuk belanja kebutuhan dapur kantor. Selasa (02/06)
Tradisi yang sudah berjalan ini bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan menjadi ruang rekat sosial bagi seluruh elemen di KUA Wangon. Mulai dari Kepala KUA, penghulu, administrasi dan penyuluh, semuanya melebur tanpa canggung saat jam istirahat tiba. Setiap awal bulan, mereka mengumpulkan uang seikhlasnya untuk dibelanjakan sayur-mayur dan lauk-pauk di pasar terdekat, yang kemudian dimasak bersama memanfaatkan fasilitas dapur kantor yang sederhana.
Suasana guyub ini diakui membawa dampak psikologis yang sangat positif bagi lingkungan kerja. Melalui aktivitas memasak dan makan bersama dari satu meja yang sama, komunikasi antar-pegawai mengalir lebih cair dan santai. Masalah-masalah pekerjaan yang biasanya terasa berat saat dibahas dalam rapat formal, sering kali menemukan jalan keluar dengan lebih mudah di sela-sela obrolan ringan saat mereka sedang memotong bumbu atau menyantap hidangan.
Manfaat nyata dari tradisi ini dirasakan langsung oleh Murti Astuti, selaku Jabatan Pelaksana (Japel) KUA Wangon. Menurutnya, agenda patungan ini sangat membantu menjaga kekompakan tim di tengah padatnya aktivitas pelayanan publik yang menguras energi. "Kegiatan patungan dan masak bareng ini membuat kami merasa seperti keluarga kedua. Tidak ada jarak antara atasan dan bawahan, semua membaur. Selain lebih hemat, kebersamaan di dapur ini bikin suasana kerja jadi seru dan jauh dari kesan stres," ungkap Murti Astuti tersenyum.
Dengan perut yang kenyang dan hati yang senang, energi positif tersebut rupanya menular pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pegawai KUA Wangon kini dikenal lebih ramah dan responsif saat melayani warga yang mengurus administrasi pernikahan maupun urusan keagamaan lainnya. Lewat langkah kecil dari dapur kantor ini, KUA Wangon sukses membuktikan bahwa profesionalisme kerja tidak harus selalu kaku, melainkan bisa dirajut melalui kebersamaan yang tulus. (jhr)
