Seimbangkan Karier dan Rumah Tangga
Jatilawang – Kesuksesan dalam karier akan terasa lebih bermakna ketika berjalan seiring dengan keharmonisan keluarga. Pesan tersebut disampaikan Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, saat mengisi kuliah tujuh menit (kultum) dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan dengan materi “Keseimbangan antara Karier dan Rumah Tangga.” (Senin, 2/11)
Dalam tausiyahnya, Muhammad Taubah mengajak para peserta memahami bahwa karier dan keluarga bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan, melainkan amanah yang perlu dijalankan secara seimbang. Kesibukan dalam pekerjaan hendaknya tidak mengurangi perhatian, kasih sayang, dan tanggung jawab terhadap keluarga.
Ia menekankan pentingnya mengatur waktu, membangun komunikasi yang hangat, saling memahami, serta menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Profesionalitas dalam bekerja perlu diiringi ketulusan dalam mengurus keluarga, sehingga keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian di tempat kerja, tetapi juga dari ketenteraman rumah tangga.
Melalui kultum tersebut, peserta diajak menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah sekaligus merawat keluarga sebagai amanah yang bernilai pahala. Sebab, keseimbangan hidup bukan berarti membagi waktu secara sama rata, melainkan menempatkan setiap tanggung jawab sesuai hak dan kebutuhannya.
Karier boleh membawa seseorang melangkah jauh, tetapi keluarga adalah tempat hati menemukan arah untuk pulang. Setinggi apa pun jabatan yang diraih, jangan sampai rumah kehilangan kehangatan. Sebab, keberhasilan sejati bukan hanya tentang apa yang kita capai di luar rumah, melainkan juga tentang cinta, ketenteraman, dan doa yang tetap tumbuh di dalamnya.(tum)
