Simulasi Penentuan Arah Kiblat di Masjid Baiturrahman Windunegara

Oleh KUA Wangon
SHARE

Banyumas - Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon melalui Penyuluh Agama Islam menggelar simulasi penentuan arah kiblat menggunakan metode Rasydul Kiblat di Masjid Baiturrahman, Desa Windunegara, Kecamatan Wangon. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada pengurus masjid dan masyarakat mengenai cara sederhana namun akurat untuk memastikan arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena posisi Matahari yang berada tepat di atas Ka'bah. Kamis (09/07)

Simulasi dipandu oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Zainur, yang menjelaskan tahapan pelaksanaan Rasydul Kiblat, mulai dari penentuan waktu, penggunaan benda tegak sebagai acuan bayangan, hingga cara menarik garis yang menunjukkan arah kiblat.

Zainur menjelaskan bahwa fenomena Rasydul Kiblat merupakan momentum penting yang terjadi pada waktu-waktu tertentu setiap tahun ketika Matahari berada tepat di atas Ka'bah. Menurutnya, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengecek kembali arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi tanpa memerlukan peralatan yang rumit.

"Rasydul Kiblat adalah metode yang sederhana, mudah dipraktikkan, dan memiliki tingkat akurasi yang sangat baik. Melalui simulasi ini kami berharap pengurus masjid dan masyarakat memahami bahwa pengecekan arah kiblat dapat dilakukan secara ilmiah dengan memanfaatkan posisi Matahari pada waktu yang telah ditentukan. Ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi falak di tengah masyarakat," ujar Zainur.

Takmir Masjid Baiturrahman, Hanif, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan edukatif yang difasilitasi oleh KUA Wangon. "Kami sangat berterima kasih kepada KUA Wangon yang telah memberikan pendampingan dan simulasi Rasydul Kiblat. Kegiatan ini menambah wawasan kami tentang pentingnya memastikan arah kiblat secara benar. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat diterapkan dan disampaikan kepada jamaah sehingga semakin meningkatkan keyakinan dalam beribadah," ungkap Hanif. Melalui kegiatan ini, KUA Wangon berharap semakin banyak masjid dan musala yang memahami pentingnya verifikasi arah kiblat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. (znr)