Sinergi KUA Gumelar dan Muslimat NU: Bedah Kitab Safinatun Najah Perkuat Fiqih Dasar
Banyumas – Dalam suasana khidmat bulan Ramadhan, KUA Gumelar melakukan langkah strategis untuk memperdalam pemahaman agama di kalangan anggota PAC Muslimat NU. Melalui kegiatan bertajuk "Amaliah Ramadhan", Kambali hadir sebagai penyuluh untuk membedah Kitab Safinatun Najah yang menjadi panduan dasar hukum ibadah praktis. Kamis (19/02)
Penyuluhan ini menitikberatkan pada kitab karya Syekh Salim bin Sumair al-Hadhrami yang dikenal ringkas namun padat. Materi yang disampaikan menjadi sangat relevan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah harian selama bulan suci. Berikut adalah rangkuman poin penting yang diangkat dalam kegiatan tersebut:
-
Fondasi Keyakinan: Penguatan pemahaman mengenai Rukun Islam dan Rukun Iman sebelum memasuki ranah hukum ibadah.
-
Thaharah (Bersuci): Penjelasan mendalam tentang tata cara wudhu, mandi wajib, hingga tayamum guna menjamin keabsahan shalat dan puasa.
-
Fiqih Shalat: Pembahasan mengenai rukun-rukun shalat serta hal yang membatalkannya, yang sangat krusial dipahami saat melaksanakan shalat Tarawih dan Witir.
-
Fiqih Puasa: Mencakup syarat sah, rukun puasa, hingga hal-hal yang dapat membatalkan pahala maupun fisik puasa itu sendiri.
Kegiatan ini memiliki makna penting bagi PAC Muslimat NU, terutama dalam upaya standardisasi ibadah sesuai madzhab Syafi'i agar seluruh anggota memiliki pemahaman yang seragam dan benar. Selain sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, pemahaman fiqih ini diharapkan dapat memberdayakan perempuan sebagai tiang keluarga untuk mengajarkan ilmu tersebut kepada anak dan cucu di rumah.
Kehadiran penyuluh agama seperti Bapak Kambali menunjukkan sinergi yang baik antara instansi pemerintah melalui KUA dengan organisasi kemasyarakatan seperti NU. Kerjasama ini dipandang efektif dalam menjaga kualitas keagamaan masyarakat di tingkat kecamatan.
