HUT RI #81

Sulap Ember Bekas Menjadi Karya Batik, MTs Negeri 3 Banyumas Gaungkan Madrasah Ramah Tanpa Sampah

M
MTSN3 Banyumas
21 Okt 2026
131x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 02-11-2026 13:19
SHARE

BANYUMAS – Semangat kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan berpadu dalam kemeriahan kegiatan lomba membatik di MTs Negeri 3 Banyumas, Rabu (21/10/2026). Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, madrasah menggelar lomba melukis tong sampah organik dan anorganik dengan mengusung tema “Madrasah Ramah Tanpa Sampah”. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi murid untuk menuangkan ide, bakat, dan imajinasi melalui karya seni yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan edukasi lingkungan. Menariknya, media yang digunakan bukanlah kanvas mahal atau bahan baru, melainkan ember bekas wadah cat berukuran 25 kilogram yang disulap menjadi tempat sampah dengan sentuhan seni batik. Dari benda yang kerap dianggap tidak lagi bernilai, murid diajak membuktikan bahwa kreativitas mampu menghadirkan keindahan sekaligus manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Keseruan perlombaan telah terasa sejak pekan sebelumnya. Setiap kelas mulai mempersiapkan alat dan bahan, merancang konsep, hingga membuat sketsa motif yang akan dituangkan pada permukaan ember. Beragam perlengkapan disiapkan, mulai dari ember bekas, kuas lukis, cat minyak, cat akrilik atau cat kayu, pensil dan spidol, alas kerja, tisu atau kanebo, hingga palet sebagai wadah pencampur warna. Sebagian kelas bahkan telah memberikan warna dasar menggunakan cat semprot atau pilox sebelum proses melukis dimulai, sementara kelas lainnya memilih memadukan warna dasar yang beragam sesuai konsep masing-masing. Setelah seluruh persiapan dilakukan, hari perlombaan menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Murid yang telah ditunjuk sebagai perwakilan kelas mulai menggoreskan kuas dengan penuh kesungguhan, mengikuti sketsa yang telah dibuat, membentuk garis demi garis, menyusun komposisi warna, dan menghadirkan motif batik yang menjadi ciri wajib dalam setiap karya.

Pemandangan menarik terlihat ketika setiap kelompok mulai menerjemahkan gagasan menjadi lukisan yang hidup. Motif batik dipadukan dengan berbagai gambar dan ornamen kreatif, menghasilkan rancangan yang beragam sesuai karakter dan ide masing-masing kelas. Ada ketelitian dalam setiap lekukan, kecermatan saat memadukan warna, serta semangat kolaborasi ketika murid saling membantu menyelesaikan detail lukisan. Meski menggunakan media yang sama, setiap kelas memiliki kesempatan untuk menampilkan identitas dan keunikan karyanya. Ember bekas yang semula polos perlahan berubah menjadi media seni yang penuh warna dan bernilai guna. Antusiasme murid menjadi bukti bahwa pembelajaran seni dapat berlangsung secara menyenangkan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan nyata. Lebih dari sekadar perlombaan untuk menghasilkan karya terbaik, kegiatan ini mengajarkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai melalui langkah sederhana, termasuk memanfaatkan kembali barang bekas dan menyediakan tempat sampah yang menarik agar budaya memilah sampah semakin tumbuh di lingkungan madrasah. Dengan juri Bapak Ali Supangat dan Dewi Nawangsari. yang siap memberikan penilaian pada hasil kreasi mereka pada ember bekas yang telah disulap begitu indah dan bermacam-macam motif batik nusantara.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan Ibni Ali Arifin, menyampaikan bahwa lomba ini merupakan salah satu sarana untuk menggali dan mengembangkan bakat murid dalam bidang melukis, menggambar, serta menuangkan ide kreatif. Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan kemampuan, keberanian berkreasi, dan kerja sama dalam menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat. Tema “Madrasah Ramah Tanpa Sampah” juga mengandung pesan penting bahwa kreativitas perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar menghasilkan lukisan yang indah, tetapi juga memahami pentingnya mengelola sampah, memanfaatkan barang bekas, serta membangun kebiasaan menjaga kebersihan bersama. Dengan demikian, peringatan Hari Batik Nasional tidak berhenti pada pengenalan motif dan keindahan warisan budaya bangsa, melainkan berkembang menjadi momentum untuk menanamkan karakter peduli lingkungan melalui aktivitas seni yang menyenangkan dan bermakna.

Salah seorang murid peserta lomba mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai lomba melukis tong sampah memberikan kesempatan bagi murid untuk menggambar sesuai motif batik keren yang diinginkan sekaligus mengembangkan kreativitas bersama teman-teman sekelas. Pengalaman ini menjadi semakin berkesan karena karya yang dibuat bukan hanya untuk dipamerkan, melainkan juga akan dimanfaatkan sebagai bagian dari fasilitas kebersihan madrasah. Melalui perpaduan seni batik, kreativitas, dan semangat mengurangi sampah, MTs Negeri 3 Banyumas kembali menegaskan komitmennya mewujudkan madrasah yang kreatif, terampil, dan peduli lingkungan. Sebab, menjaga bumi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar; terkadang, perubahan lahir dari sebuah ember bekas, segores kuas, dan keberanian murid untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Dari tangan-tangan kreatif generasi muda inilah, semangat Madrasah KEREN NG’TREN terus bertumbuh, menghadirkan karya yang bukan hanya enak dipandang, tetapi juga menghidupkan pesan bahwa lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama.

Humas MTs Negeri 3 Banyumas
#HumasMTsN3 #MadrasahKERENNGTREN #MadrasahRamahTanpaSampah #HariBatikNasional #KreativitasMurid #PeduliLingkungan