Suroan di Banyumas: Tradisi Patungan Jawa Diusulkan Jadi Warisan Budaya, Bupati dan Kemenag Beri Apresiasi
Oleh HUMAS
Banyumas – Menyongsong Penetapan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME sekaligus memperingati Pengetan Suran 1960 Tahun Jawa, Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Workshop bertajuk "Tradisi Patungan Jawa dari Kelahiran Sampai Kematian" di Pendopo Si Panji. Kamis (09/07)
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas, Ibnu Asaddudin.
Dalam sambutannya, Bupati Sadewo memberikan apresiasi yang tinggi terhadap esensi dari tradisi lokal tersebut. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan identitas penting masyarakat.
"Tradisi patungan (gotong royong) dalam siklus hidup masyarakat Jawa adalah bukti nyata luhurnya nilai kebersamaan yang harus terus dijaga," ujar Bupati Sadewo dalam apresiasinya.
Senada dengan Bupati, Kepala Kankemenag Banyumas, Ibnu Asaddudin, juga memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi ini. Ia menilai praktik gotong royong ini mampu menjadi pilar penguat kerukunan antarumat beragama dan penghayat kepercayaan, khususnya di wilayah Banyumas.
Melalui pelaksanaan workshop ini, pemerintah daerah dan pihak terkait berharap momentum ini dapat menjadi langkah awal yang kuat demi mengukuhkan eksistensi hari sejarah bagi para Penghayat Kepercayaan di tanah air, khususnya di Kabupaten Banyumas. Dengan demikian, nilai-nilai luhur budaya Jawa dari kelahiran hingga kematian ini dapat terus lestari dan diakui secara luas.
