Tanamkan Cinta Al Quran Menuju Jalan Kebenaran Melalui Dongeng Qurani
Oleh KUA Sokaraja
Banyumas — Suasana religius bercampur semarak kebahagiaan menyelimuti Desa Petir, dalam gelaran Khotmil Qur’an dan Wisuda Iqra’ Sedesa Petir yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh makna. Mengusung tema besar “Cinta Al-Qur’an Menuju Jalan Kebenaran”, acara ini menjadi momentum spiritual yang menggetarkan hati seluruh jamaah. Minggu (08/02)
Kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang meriah, menampilkan barisan santriwan-santriwati dengan wajah ceria dan penuh kebanggaan. Nuansa sakral semakin terasa saat pembacaan Maulid Al-Barzanji menggema indah, diiringi lantunan hadroh Ibu-ibu Muslimat, menambah kekhusyukan dan kesejukan suasana.
Acara ini dihadiri oleh para ulama dan sesepuh desa, unsur Takmir Masjid Baiturrosyad, unsur Pemerintah Desa Petir, Ketua Badko Desa Petir, Ketua Badko Kecamatan, para tamu undangan, wali santri, serta ratusan santriwan dan santriwati. Sebanyak 35 anak secara resmi mengikuti Khotmil Qur’an dan Wisuda Iqra’, sebuah capaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti tumbuh suburnya pendidikan Al-Qur’an di Desa Petir.
Rangkaian sambutan diawali oleh Ketua Panitia, Ustadz Sigit Gunarto, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara dengan sukses. Sambutan dilanjutkan oleh Kepala Desa Petir yang menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung kegiatan keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi Qur’ani.
Sementara itu, Ketua Badko Kecamatan dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan Al-Qur’an, masyarakat, dan pemerintah demi melahirkan generasi berakhlakul karimah.
Puncak acara benar-benar menjadi magnet perhatian ketika Fikih, Penyuluh Agama Islam KUA Sokaraja, tampil membawakan dongeng anak bernuansa Qur’ani. Dengan gaya khas yang hangat, komunikatif, dan penuh energi, Kak Fikih mampu menyihir anak-anak dan jamaah. Dongeng yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi sarat pesan moral, menanamkan cinta Al-Qur’an sejak dini sebagai kompas kehidupan menuju jalan kebenaran.
Gelak tawa anak-anak berpadu dengan renungan mendalam para orang tua, menjadikan sesi dongeng ini sebagai ruang edukatif yang menyentuh hati. Fikih menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk dicintai, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Khotmil Qur’an Sedesa Petir tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan iman, ilmu, dan harapan. Dari Desa Petir, cahaya Al-Qur’an terus dipancarkan—menerangi langkah generasi muda menuju masa depan yang lurus, berakhlak, dan penuh keberkahan.
Dongeng Qur’ani Fikih Penyuluh Agama KUA Sokaraja Menggetarkan Khotmil Qur’an Sedesa Petir: Menanam Cinta Al-Qur’an Menuju Jalan Kebenaran
