Tingkatkan Literasi Keagamaan, Penyuluh KUA Gumelar Tekankan Keutamaan Menuntut Ilmu di MT Baitul Mukminin

Oleh HUMAS
SHARE

 

Gumelar – Dalam upaya memperkuat pembinaan mental spiritual serta meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Ahmad Suwandar, menggelar kegiatan bimbingan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Baitul Mukminin, Grumbul Palumbungan, Desa Gumelar. Jumat (24/07)

Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah dan warga sekitar tersebut mengusung tema utama "Keutamaan dan Urgensi Menuntut Ilmu".

Dalam pencerahannya, Ahmad Suwandar menegaskan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban fundamental bagi setiap muslim (?????? ????????? ?????????? ????? ????? ????????). Menurutnya, kewajiban ini mencakup ilmu agama yang mengatur tata cara beribadah kepada Allah SWT (ilmu hal), maupun ilmu pengetahuan umum yang menunjang kehidupan sosial kemasyarakatan.

"Ilmu adalah pelita penuntun jalan agar kita tidak tersesat dalam menjalani kehidupan dunia maupun akhirat. Allah SWT sendiri telah berjanji dalam Al-Qur'an Surah Al-Mujadilah ayat 11 bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa tingkat," papar Ahmad di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, beliau menguraikan korelasi penting antara ilmu dan amal. Mengutip tamsil keagamaan, Ahmad mengibaratkan ilmu seperti pohon dan amal sebagai buahnya. Ilmu yang dimiliki hendaknya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan kemanfaatan nyata bagi lingkungan sekitar, sebab ilmu tanpa amal ibarat pohon yang tak berbuah.

Selain penyampaian materi keagamaan, kegiatan ini dikemas sebagai sarana untuk memperkuat harmoni sosial, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta membangun kesadaran beragama yang moderat dan sejuk di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian acara bimbingan keagamaan berlangsung dengan khidmat dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para jamaah MT Baitul Mukminin. Melalui pembinaan rutin ini, KUA Gumelar berharap dapat terus mendorong terwujudnya tatanan masyarakat yang cerdas, baik secara spiritual maupun sosial.