Tuntun Generasi Qurani MT Anak-Anak An-Najah Selandaka

Oleh KUA SUMPIUH
SHARE

Sumpiuh – Tradisi mengaji ba'da Maghrib terus dirawat dengan baik di wilayah Selandaka. Penyuluh Agama Islam KUA Sumpiuh, Laeli Najihah, secara konsisten melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) yang ditujukan bagi santri Majelis Ta’lim (MT) Anak-Anak An-Najah Selandaka. Kegiatan mulia ini dipusatkan di Mushola Kedung Santen, dilaksanakan sesaat setelah jamaah shalat Maghrib ditunaikan. Senin (08/06)

Dalam pelaksanaannya, Laeli Najihah menerapkan sistem sorogan, sebuah metode tradisional yang sangat efektif karena menyasar kemampuan personal setiap anak. Para santri maju satu per satu untuk membaca sesuai dengan tingkatan jilid Iqro’ maupun juz Al-Qur’an yang sedang mereka pelajari. Tidak hanya sekadar membaca, bimbingan ini juga diselipi dengan pemahaman ilmu tajwid secara langsung (talqin dan tashih) berdasarkan ayat atau huruf yang sedang dibaca oleh santri. Melalui pendekatan personal ini, diharapkan anak-anak tidak hanya lancar membaca, tetapi juga benar secara kaidah hukum bacaan sejak usia dini.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini berjalan dengan khidmat dan tertib. Penggunaan metode sorogan terbukti efektif dalam memantau perkembangan mengaji anak-anak secara spesifik sesuai tingkatannya (Iqro' 1–6 maupun Al-Qur'an). Penyisipan materi tajwid secara langsung saat santri membaca (real-time correction) membantu anak-anak memahami teori tajwid secara praktis. Kegiatan ini menjadi komitmen nyata KUA Sumpiuh dalam memberantas buta aksara Al-Qur'an di tingkat desa.