82 Operator Ikuti Sosialisasi EMIS

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto : Kepala kantor Kemenag Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi , M.Ag didampingi oleh Kasi PD Pontren Naufal Iskandar, S.H.I membuka dan memberikan pembinaan dalam acara sosialisasi EMIS  bagi operator EMIS dari TPQ dan Madin se kabupaten Banyumas bertempat di aula Al Ikhlas ( Senin, 27/09)

Sosialisasi EMIS bagi operator ini diikuti oleh 82 operator yang terdiri dari TPQ 28 orang dan  Madin 54 orang, dimana setiap peserta mewakili dari masing – masing kecamatan di kabupaten Banyumas. Pelaksanaan sosialisasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang pengisian data secara manual dalam aplikasi EMIS tahun 2021 serta untuk pemutakhiran data EMIS pada Lembaga Pendidikan Alquran( LPQ) dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) tahun ajaran 2021/2022.

Dalam sambutannya Kakan Kemenag Banyumas mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada semua operator karena telah  berjuang serta menjadi ujung tombak di masing - masing lembaganya. .

“ Kalo kita berbicara tentang data seringkali kita lemah, bahasa Banyumase nggampangaken, kadang kadang  pada saat pergantian ustad, guru, pengurus kita lemah tidak ada pertanggungjawabannya, belum ada penggantinya sudah diganti dan modalnya hanya kepercayaan saja. Hal ini yang seringkali menjadikan masalah kedepannya, dengan sosialisasi  EMIS ini mudah -  mudahan nanti data data yang ada d  kecamatan untuk LPQ dan TPQ dapat diselesaiakan dengan baik. “  jelasnya

Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jateng  DR.H. Nur  Abadi, M.Pd dalam  pembinaannya    menyampaikan bahwa  berdasarkan Undang undang,  masyarakat berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, pendidikan yang berasesmen standar, jadi ada tolak ukurnya. Orang mengatakan pendidikan agama maju berdaya saing itu ukurannya sudah ada,  tidak bisa menurut  kita sendiri, karena sudah ada standarisasinya . Sedangkan standarisasinya dilakukan oleh guru, masyarakat dan pemerintah.

“ Berbicara masalah pendidikan karakter siapakah jargon dan gudangnya ?? sudah barang tentu lembaga pendidikan keagamaan. Contohnya di era masa pandemik  saat ini lembaga mana yang paling eksis di dunia ini ?  Pasti jawabannya adalah lembaga pendidikan keagamaan, wabil khusus pondok pesantren. Nyaris seluruh Jawa Tengah dan seluruh Indonesia semuanya sudah mengadakan tatap muka, tetapi lembaga mana selain pondok pesantren yang sudah mengadakan tatap muka ? itu bisa dihitung jumlahnya.”  Pungkasnya (tum)