Administrasi dan Tusi penyuluh agama islam

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto : “  Terkait moderasi beragama, penyuluh sebagai instrumen dan ujung tombak  Kankemenag diharapkan selalu  berusaha untuk dapat meningkatkan kemampuan tentang moderasi beragama. Sehingga pada saat menyampaikan kepada masyrakat tidak sepotong – sepotong dan mudah dipahami.” Hal tersebut disampaikan oleh kepala Kantor Kemenag Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M,Ag dalam sambutannya saat membuka pembinaan rutin Pokjaluh Kab. Banyumas. Bertempat di aula Al Ikhlas kantor Kemenag Banyumas. Hadir dalam acara tersebut Kasi Bimas Islam Afiffudin Idrus beserta penyuluh PNS se kabupaten Banyumas.(Rabu, 29/09).

Pembinaan rutin Pokjaluh merupakan kegiatan rutin bulanan yang diadakan oleh seksi Bimas Islam dimana tujuannya selain sebagai media silaturahmi juga untuk menyampaikan informasi dan berita terbaru terkait kebijakan dari pusat.

“ Keberadaan para penyuluh ini selalu ada disekitar masyarakat, mereka yang tahu kendala dan permasalahan di masyarakat secara langsung, melalui pertemuan ini kendala – kendala yang ada dilapangan disampaikan ke kantor Kemenag. Harapannya semua permasalahan dan kendala tersebut bisa diselesaikan dan dipecahkan bersama – sama.” Jelas Afif

Ditempat yang sama Akhsin Aedi menyatakan bahwa dimasa pandemi covid 19 saat ini kita jangan lengah tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat ini demi untuk kebaikan kita semua ikuti anjuran dan keputusan pemerintah pusat.

Akhsin menambahkan materi moderasi beragama, “ Jangan lupa disampaikan ke masyarakat bahwa agama itu yang paling benar menurut penganutnya agama tersebut, artinya tidak boleh menjelekan – njelekan  agama lain dan merasa agama kita paling benar. Itulah hakekat moderasi beragama bukan moderasi agamanya.“ ujarnya lebih lanjut.(tum)