HUT RI #81

Bangun Kedekatan dengan Santri, Penyuluh Tanamkan Pembelajaran Penuh Kasih Sayang

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
20 Okt 2026
5x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 20-10-2026 15:07
SHARE

 

Jatilawang – Penyuluh Agama Islam, Dwi Astuti, menjalin kedekatan dengan para santri TPQ Miftahul Huda, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, melalui pendekatan yang ramah, penuh perhatian, dan kasih sayang. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, serta mendukung perkembangan akhlak dan karakter santri. Selasa (20/10)

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan TPQ Miftahul Huda, Desa Adisara, dengan melibatkan para santri sebagai peserta pembelajaran. Dalam prosesnya, Dwi Astuti berupaya membangun komunikasi yang baik, mengenal karakter santri, serta memberikan perhatian kepada mereka agar merasa dihargai dan lebih percaya diri selama mengikuti kegiatan belajar.

Menurutnya, kedekatan antara pembimbing dan santri merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran. Anak-anak akan lebih mudah menerima materi ketika mereka merasa aman, nyaman, dan disayangi. Oleh karena itu, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan emosional dan pembentukan karakter anak.

Melalui pendekatan penuh kasih sayang, santri diharapkan semakin bersemangat dalam belajar membaca Al-Qur’an, memahami ajaran Islam, serta membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Suasana yang hangat dan kekeluargaan juga diharapkan dapat mendorong santri untuk lebih berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan berinteraksi secara positif dengan teman-temannya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Kasih sayang, kesabaran, keteladanan, dan komunikasi yang baik menjadi landasan penting dalam mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan tersebut, Dwi Astuti berharap TPQ Miftahul Huda dapat terus menjadi tempat belajar yang ramah anak, tempat para santri tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga merasakan perhatian dan kasih sayang dalam proses pendidikannya. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan berlangsung lebih efektif, menyenangkan, dan memberikan manfaat bagi pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam.