HUT RI #81

Menebar Harapan di Ruang Perawatan, Penyuluh KUA Jatilawang Kuatkan Pasien dan Keluarga

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
20 Okt 2026
9x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 20-10-2026 16:15
SHARE

jatilawang - Di tengah ujian sakit, doa dan nasihat keagamaan menjadi penguat hati untuk menumbuhkan kesabaran dan harapan akan kesembuhan. Semangat inilah yang dihadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jatilawang melalui kegiatan bimbingan rohani (Bimroh) bagi pasien rawat inap di Puskesmas Jatilawang. Selasa (20/10)

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh mengunjungi sembilan pasien yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Jatilawang. Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kepenyuluhan untuk memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalani perawatan kesehatan.

Kepada para pasien, penyuluh memberikan motivasi dan semangat agar senantiasa bersabar dalam menghadapi ujian sakit. Pasien diajak untuk tetap berdoa, berikhtiar menjalani pengobatan, serta menjaga prasangka baik kepada Allah SWT. Sakit memang dapat menghadirkan rasa tidak nyaman dan keterbatasan, tetapi dengan kesabaran dan keteguhan hati, seseorang diharapkan mampu melewati masa sulit dengan lebih tenang.

Bimbingan rohani tidak hanya diberikan kepada pasien, tetapi juga kepada keluarga yang mendampingi. Penyuluh menyampaikan nasihat agar para penunggu pasien turut bersabar dalam merawat dan menemani anggota keluarga yang sedang sakit. Merawat orang sakit membutuhkan ketulusan, tenaga, dan perhatian, sehingga kesabaran menjadi bekal penting agar pendampingan dapat dilakukan dengan penuh kasih sayang.

Suasana kunjungan terasa hangat ketika penyuluh, pasien, dan para penunggu saling mendoakan agar Allah SWT segera memberikan kesembuhan, mengangkat rasa sakit, serta memulihkan kesehatan. Harapan bersama pun dipanjatkan agar para pasien dapat kembali beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga seperti sediakala.

Melalui kegiatan Bimroh ini, KUA Jatilawang berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh kebutuhan batin masyarakat. Pendampingan spiritual diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan, memperkuat kesabaran pasien, serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang mendampingi.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak hanya diwujudkan melalui bantuan fisik, tetapi juga melalui doa, perhatian, dan penguatan iman. Di ruang perawatan, harapan terus dirawat agar pasien dan keluarga tetap tabah menjalani ujian serta optimistis menyongsong kesembuhan. (dy)