Bekali 5 Pilar Keluarga Sakinah, Bagi Catin Melalui Bimwin
Somagede – Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti Aula Balai Nikah KUA Somagede. Pasangan calon pengantin asal Desa Tanggeran, Nur Kholis dan Maya Tirtawati, mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) sebagai persiapan mental dan spiritual menjelang hari bahagia mereka yang dijadwalkan pada 19 November 2026 mendatang. Rabu (04/11)
Bimbingan tersebut disampaikan langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Somagede, Nuryati. Dalam pemaparannya, Nuryati menekankan pentingnya memahami 5 Pilar Keluarga Sakinah sebagai fondasi kokoh dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Pilar-pilar tersebut menjadi pedoman utama agar pasangan suami istri mampu menerjang berbagai tantangan kehidupan bersama.
Tidak hanya menyampaikan materi teknis dan hukum perkawinan, Nuryati juga memberikan sentuhan spiritual melalui sebuah renungan mendalam yang menyentuh hati kedua calon pengantin. "Pernikahan bukan hanya tentang saling mencintai, tetapi juga tentang saling memahami. Ada kalanya ujian datang, ego berbicara, dan kesabaran diuji," tutur Nuryati di hadapan pasangan tersebut.
Ia mengingatkan agar amarah tidak pernah mengalahkan kasih sayang dalam rumah tangga. Sikap saling memaafkan, terus memperbaiki diri, serta saling menguatkan dalam kebaikan menjadi kunci utama terciptanya kedamaian lahir dan batin. "Rumah tangga yang tenteram bukan dibangun oleh dua insan yang sempurna, melainkan oleh dua hati yang terus belajar bersama. Semoga Allah senantiasa menjaga cinta kalian dalam ketenteraman, kesabaran, dan keberkahan," lanjutnya penuh harapan.
Pesan spiritual ini berakar dari inspirasi makna Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 21, yang menegaskan bahwa ikatan pernikahan diciptakan untuk menghadirkan rasa tenteram (sakinah), rasa cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah).
Melalui bimbingan ini, KUA Somagede berharap Nur Kholis dan Maya Tirtawati tidak hanya siap secara administratif dan fisik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang saat mengikrarkan janji suci di pelaminan nanti. (Nur/tum)
