BOSDA Cair, Madrasah Aliyah Diminta Membangun Kelas Digital
Oleh Seksi Penma
PURWOKERTO - Segenap warga madrasah diminta memiliki niat dan semangat untuk meningkatkan kualitas guru, siswa dan lembaga madrasah. Hal ini disampaikan oleh Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Jateng, Saifulloh saat membuka Rakor Teknis Pencairan BOSDA MA secara virtual pada Senin (6/9).
"Jangan berpikir yang berlebihan dalam memanfaatkan dana BOSDA, ingin mendapatkan "turahan" misalnya. Jangan berfikir sejauh itu", tegas Saifulloh.
Kepala madrasah, lanjutnya, harus berfikir bagaimana untuk melengkapi kebutuhan madrasah terutama sarprasnya untuk mendukung program madrasah digital.
"Usahakan tahun ini Madrasah Aliyah masing masing sudah membangun kelas digital, agar madrasah tidak ketinggalan teknologi dan informasi", harap Saifulloh.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta'in Ahmad meminta Madrasah Aliyah bersyukur masih mendapatkan perhatian dari pemerintah khususnya Pemprov Jateng.
"Di saat pemerintah menghadapi kesulitan untuk mengumpulkan pundi pundi pendapatan negara, bidang pendidikan masih mendapatkan perhatian. Maka ini patut kita syukuri dengan melaksanakan BOSDA sesuai dengan regulasi keuangan negara", tegas Kakanwil.
Alokasi BOSDA MA ditetapkan sebesar Rp 150.000/siswa/tahun yang merupakan hibah daerah dari Pemprov Jawa Tengah. Penggunaanya antara lain untuk belanja pegawai maksimal 30%, belanja barang dan jasa minimal 30% dan belanja modal maksimal 40%. (ak)
