Busur Kembali Bicara, Atlet Panahan MTs Negeri 3 Banyumas Borong Podium
Oleh MTSN3 Banyumas
Banyumas — Prestasi membanggakan kembali datang dari cabang olahraga panahan. Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, atlet panahan MTs Negeri 3 Banyumas justru menghadirkan kado prestasi dengan kembali menjejak podium pada ajang Kejurkab 2 dan Seleksi POPDA Kabupaten Banyumas. Di bawah bimbingan Pembina Panahan, Ery Kusnanto, tiga atlet madrasah menunjukkan kemampuan terbaiknya dan berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara.
Pada ajang tersebut, Aftani tampil gemilang dengan meraih Juara II Bantalan dan Juara III Recurve SMP/MTs Putri. Sementara Syifa berhasil mengamankan Juara II Bantalan, disusul Apriliano yang meraih Juara III Bantalan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di MTs Negeri 3 Banyumas terus menunjukkan perkembangan positif. Bukan sekadar mengejar kemenangan, para atlet ditempa untuk memiliki ketekunan, fokus, keberanian, dan mental bertanding yang kuat.
Prestasi belum berhenti pada satu kejuaraan. Pada Seleksi Sirkuit VI Umum Kabupaten Banyumas Divisi Recurve yang juga berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026, ketiga atlet kembali menunjukkan konsistensi performa. Aftani berhasil meraih Juara II, Syifa Juara III, sedangkan Apriliano kembali menempati Juara II. Dua ajang yang berlangsung pada hari yang sama tersebut menjadi catatan istimewa bagi ketiganya karena mampu mempertahankan performa di tengah persaingan yang kompetitif.
Bagi seorang pemanah, podium bukanlah hasil dari satu kali tarikan busur. Di balik setiap anak panah yang melesat menuju sasaran, terdapat latihan berulang, konsentrasi, kesabaran, evaluasi, serta keberanian untuk kembali mencoba ketika hasil belum sesuai harapan. Karena itu, raihan para atlet MTs Negeri 3 Banyumas menjadi gambaran dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Ery Kusnanto, selaku pembina, terus memberikan pendampingan agar para atlet tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding yang matang.
Semangat para atlet pun menjadi semakin berarti karena prestasi tersebut lahir tepat pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jika kemerdekaan dimaknai sebagai perjuangan untuk terus maju, maka anak-anak panahan MTs Negeri 3 Banyumas telah menunjukkan semangat serupa melalui perjuangan mereka di arena pertandingan. Setiap anak panah yang dilepaskan menjadi simbol ketekunan untuk membidik target, sementara setiap podium menjadi buah dari keberanian untuk berkompetisi dan memberikan yang terbaik bagi madrasah.
Rangkaian prestasi ini menjadi kabar menggembirakan sekaligus motivasi bagi keluarga besar MTs Negeri 3 Banyumas. Aftani, Syifa, dan Apriliano telah menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi di ruang kelas, tetapi juga mampu mengukir pencapaian melalui bakat dan minat di bidang olahraga. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, semangat latihan yang konsisten, serta dukungan madrasah, prestasi panahan diharapkan terus berkembang dan melahirkan lebih banyak juara. Busur boleh ditarik perlahan, tetapi mimpi harus dibidik setinggi mungkin.(HumasMTsN3).
