HUT RI #81

Kegagalan Rumah Tangga Adalah Kesuksesan yang Tertunda

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) bagi calon pengantin sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pasangan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut disampaikan pesan bahwa kegagalan dalam rumah tangga bukan selalu akhir dari kehidupan, tetapi dapat menjadi pelajaran menuju kesuksesan yang tertunda. Selasa (18/08)

Kegiatan BIMWIN diikuti oleh pasangan calon pengantin yang mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan mental, komunikasi pasangan, hak dan kewajiban suami istri, pengelolaan konflik, serta pentingnya membangun keluarga dengan landasan keimanan dan tanggung jawab.

Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Perbedaan karakter, persoalan ekonomi, komunikasi yang kurang baik, maupun berbagai ujian kehidupan dapat menjadi tantangan bagi pasangan suami istri. Karena itu, diperlukan kesabaran, keterbukaan, kejujuran, saling memahami, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

“Kegagalan rumah tangga hendaknya tidak selalu dipandang sebagai akhir dari segalanya. Dari sebuah kegagalan, seseorang dapat mengambil hikmah, melakukan introspeksi, memperbaiki kesalahan, dan menata kehidupan menjadi lebih baik. Dalam arti tersebut, kegagalan dapat menjadi jalan menuju kesuksesan yang tertunda,” ungkap narasumber dalam pembinaan.

Peserta BIMWIN juga diajak memahami bahwa keberhasilan rumah tangga tidak hanya diukur dari tidak adanya konflik, tetapi dari kemampuan pasangan dalam menghadapi persoalan secara dewasa. Ketika masalah muncul, suami dan istri hendaknya tidak mudah menyalahkan, melainkan mencari solusi bersama dengan mengedepankan kasih sayang dan musyawarah.

Allah Swt. berfirman yang artinya "Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 5–6)

Ayat tersebut menjadi motivasi bahwa setiap kesulitan selalu disertai jalan keluar. Pasangan yang mampu mengambil hikmah dari setiap ujian akan memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang dan bijaksana.

Melalui kegiatan BIMWIN, KUA Jatilawang berharap calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga perjalanan panjang untuk belajar saling menerima, saling menguatkan, dan bersama-sama menghadapi berbagai dinamika kehidupan.