Cinta Sebagai Awal, Ilmu Sebagai Bekal
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Pernikahan bukan sekadar pertemuan dua hati, tetapi perjalanan panjang yang membutuhkan ilmu, kepedulian, dan komitmen. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Dedy Purwanto, dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi pasangan calon pengantin Yoga Herdian Prasetyo asal Serang, Banten, dan Putri Ayu Setianingrum asal Tunjung, Jatilawang. Selasa (18/08).
Dalam bimbingan tersebut, Dedy Purwanto menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang panjang. Karena itu, pasangan calon pengantin tidak cukup hanya mempersiapkan pelaksanaan akad, tetapi juga perlu membekali diri dengan ilmu dan pemahaman tentang kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, ilmu menjadi bekal penting agar pasangan mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan setelah menikah. Rumah tangga tidak selalu berjalan dalam suasana bahagia, tetapi juga akan menghadapi perbedaan pendapat, persoalan ekonomi, komunikasi, serta berbagai tantangan kehidupan lainnya. Karena itu, pasangan perlu memiliki kemampuan untuk menyelesaikan persoalan dengan bijaksana.
Dedy juga mengingatkan bahwa pernikahan dalam Islam merupakan mitsaqan ghalizhan, yakni perjanjian yang sangat kokoh. Konsep tersebut menunjukkan bahwa akad pernikahan bukanlah ikatan yang ringan, melainkan sebuah amanah besar yang harus dijaga oleh kedua belah pihak dengan penuh tanggung jawab.
Dalam membangun rumah tangga, rasa saling mencintai memang penting. Namun, cinta saja tidak selalu cukup untuk menghadapi perjalanan rumah tangga yang panjang. Pasangan juga perlu menumbuhkan kepedulian dan sikap saling menghargai. Kepedulian membuat pasangan peka terhadap kebutuhan dan kondisi satu sama lain, sementara sikap saling menghargai menjadi fondasi agar perbedaan tidak berubah menjadi konflik.
“Rumah tangga yang kokoh bukan hanya dibangun dengan rasa cinta, tetapi juga dengan kepedulian, penghargaan, komunikasi, dan kesediaan untuk terus belajar,” pesan Dedy dalam bimbingan tersebut.
Melalui kegiatan Bimwin, KUA Jatilawang berupaya membekali calon pengantin agar lebih siap menjalani kehidupan setelah akad. Bekal tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pasangan dalam membangun keluarga yang harmonis, bertanggung jawab, dan mampu menjaga ikatan pernikahan sebagai amanah dari Allah SWT.
Pernikahan pada akhirnya bukan sekadar mengikat dua hati dalam satu akad, tetapi juga meniti bahtera ibadah yang panjang. Karena itu, ilmu, cinta, kepedulian, dan saling menghargai perlu berjalan beriringan agar perjalanan rumah tangga dapat dilalui dengan penuh keteguhan dan keberkahan. (dy)
