Menebar Cahaya di Tengah Ujian, Bimroh Penyuluh KUA Jatilawang Kuatkan Hati Pasien
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Di tengah ujian sakit yang sedang dihadapi, para pasien rawat inap di Puskesmas Jatilawang mendapatkan penguatan rohani dari Penyuluh Agama Islam melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh). Kegiatan rutin tersebut diikuti oleh enam pasien yang berasal dari Desa Gentawangi, Tunjung, Bantar, Kedungwringin, dan Margasana. Selasa (18/08)
Bimbingan rohani diberikan sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan keagamaan kepada pasien serta keluarga atau penunggu yang mendampingi selama menjalani perawatan. Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam memberikan motivasi agar pasien dan penunggu senantiasa bersabar dalam menghadapi sakit dan berbagai cobaan yang sedang dialami.
Penyuluh menyampaikan bahwa sakit merupakan salah satu bentuk ujian kehidupan yang membutuhkan kesabaran, keteguhan hati, dan sikap berserah diri kepada Allah SWT. Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berikhtiar menjalani pengobatan sembari memelihara harapan dan doa kepada Allah.
Selain memberikan motivasi, Penyuluh Agama Islam juga mengajak pasien dan penunggu untuk senantiasa memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dukungan spiritual diharapkan dapat membantu memberikan ketenangan batin sehingga pasien lebih kuat dalam menjalani proses perawatan.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, penyuluh turut mendoakan para pasien agar diberikan kekuatan, ketabahan, kemudahan dalam menjalani pengobatan, serta segera memperoleh kesembuhan.
Kegiatan Bimbingan Rohani bagi pasien rawat inap ini merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kepada mereka yang sedang menghadapi kondisi sulit.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kehadiran penyuluh tidak hanya menjadi penyampai pesan keagamaan, tetapi juga menjadi pelita yang menghadirkan ketenangan di tengah ujian, memberikan semangat kepada pasien dan keluarga, serta menguatkan keyakinan bahwa setiap cobaan dapat dihadapi dengan ikhtiar, doa, dan kesabaran. (dy)
