HUT RI #81

Cetak Generasi Qurani dan Bebas Buta Huruf Hijaiyah, KUA Jatilawang Gelar Kajian Tahfidz di MI Maarif NU Kedungwringin

KUA JATILAWANG
KUA JATILAWANG
14 Okt 2026
9x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 14-10-2026 11:28
SHARE

Jatilawang  — Berbagai upaya terus dilakukan untuk membumikan Al-Qur’an dan memberantas buta huruf hijaiyah di kalangan generasi muda sejak dini. Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatilawang kembali hadir mengampu kegiatan Kajian Tahfidzul Qur'an Juz 30 yang dipusatkan di MI Ma'arif NU Kedungwringin, Jatilawang. Rabu (14/10)

Program pembinaan keagamaan ini diampu langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, Rais Rudiansyah. Kehadirannya di tengah-tengah para siswa merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjalankan peran dan fungsi fungsi bimbingan serta penyuluhan agama di wilayah tugasnya, khususnya dalam pembinaan anak usia sekolah.

Kajian tahfidz yang difokuskan pada penghafalan surat-surat pendek dalam Juz 30 ini telah dikemas sebagai agenda rutin sekolah. Kegiatan belajar dan bimbingan keagamaan ini dijadwalkan berlangsung secara konsisten dua kali dalam seminggu, yakni pada setiap hari Rabu dan Jumat.

Pada kesempatan kali ini, sasaran utama program pendampingan tahfidz diperuntukkan bagi para peserta didik kelas 6. Kegiatan dimulai secara tertib sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB di lingkungan madrasah dengan atmosfer belajar yang penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan.

Dalam penerapannya, metode pembelajaran yang digunakan menekankan pada penguatan hafalan serta mekanisme setoran hafalan surat-surat pendek. Para siswa dibimbing untuk menghafal secara mandiri terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian kelancaran bacaan di hadapan pengampu.

Satu per satu anak dengan antusias dan percaya diri maju ke depan untuk meyetorkan hafalan mereka langsung di hadapan guru pengampu tahfidz. Pola pembimbingan secara individu (talaqqi) ini bertujuan agar pembacaan tajwid, makhraj huruf, serta kelancaran hafalan para siswa dapat terkoreksi dengan tepat.

Selain menambah pundi-pundi hafalan para santri cilik, program rutin ini memiliki fungsi vital untuk mengikis dan menghilangkan buta huruf hijaiyah. Melalui latihan membaca dan menghafal yang berkelanjutan, kualitas bacaan Al-Qur’an para siswa dapat dipastikan mengalami peningkatan yang signifikan.

Rangkaian kegiatan kajian tahfidz pada pagi hari tersebut berlangsung dengan sangat lancar dan tertib. Raut wajah ceria serta motivasi tinggi terpancar dari para peserta didik yang berlomba-lomba untuk menuntaskan target hafalan surat-surat pendek mereka.

Melalui sinergi erat antara KUA Jatilawang dan MI Ma'arif NU Kedungwringin, program ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia, fasih membaca Al-Qur'an, serta memiliki hafalan yang kuat sebagai bekal masa depan.