HUT RI #81

Dedikasi Tanpa Henti Penyuluh KUA Bentengi Generasi Muda dari Gempuran Gadget

P
Pokjaluh
17 Sep 2026
28x dibaca
SHARE

Banyumas - Di tengah maraknya gempuran gawai dan hiburan digital, semangat anak-anak untuk mempelajari Al-Qur'an di Majelis Taklim tetap menyala. Sosok di balik konsistensi ini adalah Lukman Hakim, Penyuluh Agama Islam yang tak pernah lelah mendampingi dan membimbing generasi muda. Kamis (17/09)

Dengan pendekatan yang ramah dan interaktif, Lukman berhasil mengubah suasana belajar Al-Qur'an menjadi momen yang selalu dinanti-nanti oleh santri ciliknya.

Menghadapi anak-anak tentu membutuhkan kesabaran ekstra dan metode yang tepat. Lukman sadar bahwa pola mengajar yang kaku justru bisa membuat anak-anak cepat bosan. Oleh karena itu, ia menyelipkan metode bernyanyi, kisah-kisah islami yang menarik, serta sistem apresiasi sederhana untuk memotivasi para santri.

"Mengajar anak-anak itu kunci utamanya ada di hati. Kalau mereka sudah merasa nyaman dan senang dengan gurunya, membaca Al-Qur'an bukan lagi menjadi beban, melainkan kebutuhan," ujar Lukman.

Kehadiran Lukman di Majelis Taklim tidak hanya sekadar mengajar makhraj dan tajwid, tetapi juga menanamkan akhlak mulia sejak dini. Para orang tua murid pun mengapresiasi perubahan positif pada anak-anak mereka yang kini semakin rajin beribadah dan berantusias berangkat ke majelis.

Melalui dedikasi tanpa henti ini, Lukman Hakim membuktikan bahwa peran Penyuluh Agama Islam sangat krusial dalam membendung dampak negatif era digital, sekaligus membentengi masa depan generasi muda dengan nilai-nilai Al-Qur'an.