Penyuluh KUA Jatilawang Pimpin Doa Bersama, Perkuat Spiritual dan Karakter Siswa di MI Maarif NU 1 Kedungwringin
Jatilawang — Pembentukan karakter berakhlak mulia pada peserta didik tidak hanya ditempuh melalui jalur akademik semata, tetapi juga memerlukan sentuhan spiritual yang konsisten. Menyadari hal tersebut, lembaga pendidikan dasar Islam terus membiasakan tradisi-tradisi positif guna menanamkan nilai-nilai religiusitas sejak usia dini kepada para siswanya. Jumat (06/11)
Wujud nyata dari komitmen spiritual tersebut diperlihatkan secara konsisten oleh pihak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU 1 Kedungwringin, Kecamatan Jatilawang. Setiap penghujung pekan, lingkungan sekolah dipenuhi dengan lantunan ayat-ayat suci dan zikir yang menggema dari seluruh warga madrasah.
Agenda rutin tersebut diwujudkan dalam bentuk kegiatan doa bersama yang melibatkan seluruh jajaran guru, staf, serta para siswa-siswi dari berbagai jenjang kelas. Kegiatan ini menjadi momentum penyejuk hati sebelum seluruh proses pembelajaran tatap muka dimulai.
Kegiatan spiritual ini diselenggarakan secara berkala setiap hari Jumat pagi, tepat pukul 07.00 WIB. Pemilihan waktu di awal hari sebelum jam Pelajaran Pertama dimulai bertujuan untuk mengawali aktivitas persekolahan dengan keberkahan dan suasana hati yang tenang.
Istimewanya, pelaksanaan doa bersama ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatilawang. Kehadiran penyuluh agama di tengah-tengah warga sekolah memberikan warna tersendiri serta memperkuat sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan formal.
Penyuluh agama memandu jalannya peribadatan dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian pembiasaan diawali dengan pembacaan Surat Yasin secara bersama-sama yang dilantunkan secara fasih oleh para siswa, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa penutup.
Ada dua tujuan utama yang menjadi landasan diselenggarakannya agenda doa bersama rutin setiap Jumat pagi ini. Pertama, kegiatan ini ditujukan untuk mendoakan para sesepuh, pejuang pendidikan, serta para pendiri madrasah yang telah berjasa mendirikan dan membesarkan MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin.
Melalui pengiriman doa Yasin dan Tahlil ini, pihak sekolah mengajarkan nilai-nilai tazkiyatun nufs dan rasa hormat kepada para siswa agar tidak melupakan jasa-jasa para pendahulu. Penguatan tradisi birrul walidain dan akhlakul karimah ini ditanamkan secara langsung melalui tindakan nyata di lapangan.
Tujuan kedua dari peribadatan bersama ini adalah memohon keselamatan, keberkahan, serta kemajuan bagi MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin ke depan. Harapannya, sekolah ini terus mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual serta berakhlak mulia (berakhlakul karimah).
Secara keseluruhan, rangkaian acara doa bersama pada Jumat pagi tersebut berlangsung dengan sangat lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan. Seluruh peserta didik tampak duduk rapi di area sekolah sambil menyimak dan melantunkan bacaan Yasin serta tahlil dengan khusyuk.
Dukungan penuh dari para guru pendamping turut menjaga suasana tetap kondusif dari awal hingga akhir acara. Sinergi yang harmonis antara Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang dan pihak sekolah menjadikan agenda rutin ini sebagai wahana pembentukan karakter anak yang sangat efektif.
Melalui pembiasaan yang berkelanjutan ini, MI Ma’arif NU 1 Kedungwringin dan KUA Jatilawang optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, melainkan juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang terpuji dalam kehidupan bermasyarakat.
