GPAI Ikuti Pengembangan Kompetensi Bersama Tanoto Foundation
Oleh Dudiyono
Purwokerto: Tanoto Foundation sebuah organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto atas dasar keyakinan bahwa setiap individu harus mempunyai kesempatan untuk mewujudkan potensinya secara penuh, tengah menggelar penngembangan Kompetensi bagi Guru yang dilaksanakan secara berkesinambungan selama 3 (tiga) tahun yang berakhir hingga tahun 2022 mendatang.
Tanoto Foundation menjalankan program berdasarkan keyakinan bahwa pendidikan berkualitas bisa mempercepat terciptanya kesetaraan peluang. Oleh karenanya memanfaatkan kekuatan transformatif pendidikan untuk membantu masyarakat agar bisa mewujudkan potensi dan memperbaiki taraf hidupnya. Dalam programnya Tanoto ingin mengembangkan potensi individu dan memperbaiki taraf hidup melalui pendidikan berkualitas yang transformatif.
Salah satu kegiatan pelatihan yang diselenggarakan TANOTO adalah kegiatan Topik 1 Pengelolaan Budaya Baca di Sekolah, peserta pelatihan ini diikuti oleh sekolah yang menjadi mitra TANOTO FOUNDATION di wilayah Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas dengan dibimbing oleh FASDA (Fasilitator Daerah) dan juga FASNAS (Fasilitator Nasional) baik SD/MI dan SMP/MTS.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas H. Akhsin Aedi saat membuka kegiatan On Boarding Sesion Peltihan Modul 1 dan 2 serta Modul 2 dan 3 pada beberapa waktu yang lalu menyampaikan, “Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tanoto Foundation yang telah memberikan ruang kepada semua guru untuk bisa mengembangkan potensi dirinya dalam dunia Pendidikan sehingga diharapkan dengan menambah waawasan dan keilmuan yang diberikan oleh Tanoto akan lebih meningkat kemampuan dan potensi para guru semua dalam pembelajaran.
Lebih lanjut Ia menyampaikan, “Kegiatan ini bisa mendorong para guru dan kepala sekolah untuk membangun potensi individu dalam mengelola budaya baca di sekolah sehngga diharapkan siswa-siswipun bisa mengembangkan potensi dirinya dengan senang membaca, sehingga hal itu bisa menjadi budaya baca, dengan membaca akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan”, pungkasnya.
Sementara Kasi PAI Kemenag Kab. Banyumas, Agus Setiawan menyampaikan, “Pengetahuan dan wawasan sangat diperlukan bagi guru terlebih lagi guru agama, saya berharap kepada semua guru agama untuk jangan bosan dan tetap semangat untuk mencari ilmu dan pengetahuan guna mengembangkan kualitas dan kompetensinya yang menunjang tugas dan tanggungjawab sebagai guru”, Jelasnya ketika mendampingi kafilah MAPSI SMP Kabupaten banyumas saat acara pelepasan kafilah beberapa waktu yang lalu.
Salah satu peserta kegiatan Durotun Nasihin yang merupakan GPAI SMPN 5 Purwokerto, sekaligus Ketua MGMP PAI SMP Kab. Banyumas menyampaikan “Pelatihan Modul 1 dan 2 tentang Pengelolaan budaya baca ini sangat penting. Kegiatan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi Guru dan Ssekolah karena dalam kegiatannnya peserta supaya mengeksplor dengan membaca, memberi tanggapan, mengedit, mengunduh dan memasukkan atau mengupload meteri dengan mengikuti kegiatan model INCAREC (Introduction, Connection, Aplocation, Reflection dan Celebration)”, pungkas Durotun. (Du/Dur)
