Guru Harus Antarkan Siswa Madrasah Mampu Selesaikan Permasalahan

Oleh Seksi Penma
SHARE

PURWOKERTO - Kita tidak pernah tahu masa depan yang akan dialami oleh peserta didik dan anak-anak kita, bisa jadi tantangan dan permasalahan di masa yang akan datang akan jauh lebih sulit dari saat ini. Untuk itulah kita sebagai guru harus menyiapkan siswa madrasah yang mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi, ujar Zaeni Miftah, salah satu peserta Bimtek Tindak Lanjut Hasil AKMI di Meotel Purwokerto, Jum'at malam (19/11).

Menurutnya, metode pembelajaran yang relevan saat ini bukan sekedar ceramah ataupun mengerjakan tugas dengan kategori ringan. Itu tidak menantang. Perlu metode yang menjadikan siswa sebagai pembelajar yang aktif, mau berfikir, serta mampu mencari solusi atas problem yang muncul. Jadi saat ini sudah tidak lagi memberikan soal kepada anak itu satu kilometer berapa meter? itu terlalu mudah dan sifatnya ingatan. Maka soal yang memerlukan pemikiran tinggi menjadi seperti ini. Siti akan berkunjung ke rumah bibi. Ia naik mobil angkutan pedesaan sejauh 5 km, kemudian berjalan kaki sejauh 250 m. berapa meterkah jarak rumah Siti ke rumah bibi? Nah, soal seperti ini kan membutuhkan pemikiran yang lebih cermat dan teliti, tegas Zaeni.

Namun, lanjut Zaeni, untuk memecahkan soal tersebut, siswa tetap harus sudah menguasai dasar-dasar dari ilmu matematika atau numerasi. Dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian serta memahami tentang satuan ukur. "Nah, disinilah tantangan seorang guru. Dengan waktu belajar yang ada harus bisa memberikan dasar-dasar numerasi sekaligus memberikan pengalaman kepada siswa untuk memecahkan persoalan yang rumit. Alhamdulillah saya ikut Bimtek ini, jadi tahu bagaimana metodenya", pungkas Zaeni. (akw)