Guru IPA Harus Memahami Moderasi Beragama

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto :  35 guru IPA se kabupaten Banyumas  yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Banyumas 1 mengikuti Pelatihan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang diadakan di MTs N 1 Banyumas. Acara Pelatihan tersebut dibuka oleh kepala Kantor Kemenag Banyumas Drs.H.Akhsin Aedi,M.Ag.(Kamis,21/10)

Program pelatihan yang diadakan secara berkala dari tanggal 21 Oktober – 6 Desember 2021 ini diikuti oleh  guru IPA MTs se kabupaten Banyumas. Dimana tujuan pelatihan ini  untuk memberikan dan pembekalan kepada guru IPA dari MTs dengan berbagai materi yang menunjang profesi mereka.

Dalam sambutan dan paparannya Drs.H.Akhsin Aedi, M.Ag menjelaskan tentang pentingnya peningkatan keprofesian seorang guru dan sebisa mungkin sesuai dengan ilmu yang diambil disaat kuliah dengan yang diajarkan di sekolah.

Diwaktu yang sama Kakan Kemenag juga menyampaikan pentingnya memahami arti dan makna moderasi beragama. Yaitu meyakini secara absolut ajaran agamanya yang kita Yakini dan memberikan ruang terhadap agama yang diyakini oleh orang lain.

“ Jadi disini kita tidak boleh saling menyalahkan antara pemeluk agama yang satu dengan pemeluk agama yang lain, tidak mencari kebenaran dari masing masing agama yang dianut. Maka kita harus saling seiring sejalan dan saling toleransi beragama.” Jelasnya.

“ Cara kita beragama hendaknya berorentasi pada aktualisasi dari pemahaman islam kejalur yang lebih moderat, tidak berlebihan dan tidak ekstrim.” Jelasnya lebih lanjut.

Di akhir paparan Kakan Kemenag menekan  kita harus ber moderasi untuk NKRI yaitu SEMAKIN BERBEDA SEMAKIN KUAT ALASAN KITA UNTUK RUKUN , BEDA NING RUKUN, RUKUN AGAWE SENTOSA. (tum)