Guru Madrasah Latihan Membuat Literasi Karakter Toleransi Beragama
Oleh Seksi Penma
PURWOKERTO - Membaca menjadi kunci untuk memperoleh pengetahuan. Dari membaca, juga akan terbentuk karakter bagi si pembaca. Jika anak-anak disuguhi bacaan yang baik, maka karakternya juga akan baik. Maka menyediakan bacaan yang baik bagi siswa harus menjadi kompetensi seorang guru. Dengan membuat bacaan atau literasi yang mengandung karakter baik, maka secara tidak langsung guru sedang membentuk karakter siswa.
Membuat sebuah literasi bagi siswa madrasah, saat ini juga harus mengikuti tantangan zaman dan mendukung program Kementerian Agama. Salah satunya adalah adanya toleransi dalam kehidupan beragama serta kerukunan sesama umat beragama dan antar umat beragama. "Kami sadar bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter toleransi beragama siswa madrasah, dan kami senang dipandu oleh instruktur untuk latihan membuat literasi sosial ini", ujar Laelatul Hasanah, di sela-sela Bimtek Tindak Lanjut AKMI, Jum'at (19/11) di Meotel Purwokerto.
Guru MI Ma'arif Langgongsari yang akrab disapa Lael ini menjelaskan, bahwa dirinya dan peserta bimtek yang lain berlatih membuat bacaan dimana siswa dibawa dalam sebuah kenyataan bahwa hidup di negara Indonesia ini sangat majemuk yang terdiri dari berbagai ras, suku, bangsa dan bahasa. Literasi juga dibuat untuk memberikan pemahaman kepada siswa bagaimana cara hidup berdampingan dengan orang yang lain agama. Literasi juga menghadirkan pernyataan sikap siswa terhadap perilaku-perilaku dalam bertoleransi. (akw)
