Hadiri Takziyah, Penyuluh KUA Gumelar Sampaikan Tentang Kesabaran dan Adab Musibah
Oleh HUMAS
Gumelar – Menguatkan mental dan keimanan masyarakat saat menghadapi cobaan, Penyuluh Agama Islam KUA Gumelar, Kambali, memberikan bimbingan keagamaan di tengah acara takziyah kematian salah satu warga di RW 07 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar. Selasa (04/08)
Dalam tausiah penyuluhan tersebut, Kambali menekankan pentingnya memaknai musibah kematian sebagai ujian keimanan sekaligus sarana untuk memupuk kesabaran yang berbuah pahala tanpa batas.
Di hadapan keluarga duka dan para pelayat, Kambali memaparkan beberapa poin utama terkait fikih dan adab menghadapi musibah kematian:
-
Ujian Keimanan & Kalimat Istirja’: Musibah kepergian anggota keluarga tercinta merupakan cara Allah SWT menguji ketulusan iman hamba-Nya. Pengucapan kalimat istirja’ (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un) hendaknya diresati dengan kesadaran penuh bahwa seluruh jiwa dan harta di dunia hanyalah titipan sementara yang akan kembali kepada Sang Pencipta.
-
Keutamaan Orang yang Sabar: Allah SWT menjanjikan pahala tanpa batas bagi hamba-Nya yang bersabar (QS. Az-Zumar: 10), serta melimpahkan curahan rahmat dan keberkahan bagi mereka yang mampu menjaga ridha atas takdir-Nya.
-
Adab Keluarga yang Ditinggalkan: Menangis dan bersedih merupakan fitrah kemanusiaan sebagaimana yang dialami Rasulullah SAW. Namun, masyarakat diimbau untuk menghindari ratapan berlebihan (niyahah). Energi kesedihan hendaknya dialihkan menjadi doa tulus dari anak yang saleh, keluarga, dan kerabat yang sangat dibutuhkan oleh almarhum/almarhumah.
-
Solidaritas Sosial dan Hak Jenazah: Kambali juga mengimbau warga RW 07 Desa Cihonje untuk terus merawat tradisi takziyah, saling menguatkan, serta membantuan pemulasaraan jenazah hingga memberikan dukungan moril maupun materiil bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebagai penutup, ia mengingatkan para pelayat bahwa peristiwa kematian adalah pengingat terbaik (wa'izh) bagi orang yang masih hidup untuk senantiasa mempersiapkan bekal amal saleh. Acara takziyah diakhiri dengan doa bersama untuk mendoakan almarhum/almarhumah agar diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan dan kekuatan iman.
