Haruskah Mencantumkan Nama Kakek Pada Saat Mendaftar Haji?

Oleh Seksi PHU
SHARE

Sebenarnya mendaftar haji sangat mudah namun juga masih banyak yang bingung ketika disuguhi pertanyaan data-data terkait pendaftaran. Seperti yang terjadi pada Kamis 11/11/2021, Paijo,53 th (bukan nama sebenarnya) ketika mendaftar haji di tanya oleh petugas: “Siapa nama kakek dari Bapak?” kemudian pertanyaan diulang dengan kalimat yang berbeda :”Nama Bapaknya Bapakmu siapa?” Sambil kebingungan menjawab: “Aduh siapa ya? Coba nanti saya telpon keluarga dulu.”

Karena berkali-kali telpon keluarga tidak nyambung kemudian Pak Paijo bertanya : “Kenapa harus pakai nama kakek sih Pak?”

Petugas menjawab “Begini Bapak, Saat ini Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa mulai tahun 1430H/2009M jemaah haji dari seluruh negara yang akan menunaikan ibadah haji harus menggunakan paspor biasa (ordinary passport) yang berlaku secara internasional. Ketentuan ini juga berlaku bagi jemaah haji Indonesia, yang sebelumnya menggunakan paspor khusus haji. “ Pak Paijo kemudian menimpali : “Terus hubungannya dengan kakek saya?”

Petugas sambil melirik ke computerlaughmenyambung penjelasannya : “Saya lanjutka ya Pak? Untuk melaksanakan amanat dalam perubahan penggunaan jenis paspor tersebut, Menteri Agama RI dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI mengeluarkan Peraturan Bersama No. 2 Tahun 2009 dan No. M.HH-02.HM.03.02 Tahun 2009 tentang Penerbitan Paspor Biasa Bagi Jemaah Haji. Pasal 2 ayat (3) peraturan bersama tersebut menyatakan bahwa: Paspor biasa bagi jemaah haji pada ayat (1), harus dicantumkan nama jemaah haji yang terdiri paling sedikit atas 3 (tiga) kata."

“Dalam hal nama Calon Jemaah Haji kurang dari 3 (tiga) kata sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka ditambahkan dengan nama ayah dan / atau nama kakek”

Petugas ambil napas panjang dan meneruskan kembali :” Nah karena nama Bapak adalah Paijo dan nama orang tua Bapak adalah Ahmad, berarti baru dua kata Bapak. Untuk iitu harus ditambah nama Kakek dari Bapak Ahmad.”

“Ooh begitu ya…” Pak Paijo menyahut sambil manggut-manggut

(Maaf gambar hanya sebagai pemanis saja)

(red:swt_phu)