Jamaah Maratusshalihah Somakaton Bedah Rahasia QS Yunus

Oleh KUA Somagede
SHARE

Somagede – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid di Desa Somakaton saat puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Ta’lim (MT) Maratusshalihah berkumpul untuk memperdalam interaksi mereka dengan kitab suci. Tidak sekadar membaca, kali ini mereka diajak menyelami makna terdalam dari Al-Qur'an dalam kegiatan Tartilul Qur’an Per Ayat. Minggu (19/04)

Hadir sebagai pendamping sekaligus narasumber, Yasaroh, Penyuluh Agama Islam dari KUA Somagede. Memasuki QS Yunus dalam putaran tilawahnya, Yasaroh memberikan penekanan khusus pada ayat 57 yang menjadi "kunci" memahami mengapa Al-Qur'an diturunkan kepada umat manusia.

Dalam tausiyahnya, Yasaroh menjelaskan bahwa Al-Qur'an bukan sekadar deretan huruf tanpa makna, melainkan "manual book" kehidupan yang memiliki empat fungsi fundamental:

  1. Sebagai Nasihat (Mau'izhah): Al-Qur'an menyapa setiap jiwa dengan peringatan dan pelajaran agar manusia tidak tersesat dalam melangkah.

  2. Sebagai Obat Hati (Syifa’un Lima Fis Shudur): Penawar bagi penyakit-penyakit batin seperti sombong, iri hati, hingga kegelisahan hidup.

  3. Sebagai Petunjuk (Hudan): Kompas yang memberikan arah jelas mana yang hak dan mana yang batil.

  4. Sebagai Rahmat: Manifestasi kasih sayang Allah yang membawa ketenangan dan keberkahan bagi siapa saja yang bersamanya.

Namun, Yasaroh memberikan catatan penting bagi para jamaah. Keempat fungsi hebat di atas tidak muncul secara otomatis. "Ibu-ibu, Al-Qur'an itu sumber segalanya. Tapi ingat, manfaat besar ini—mulai dari obat hati hingga rahmat—hanya bisa dirasakan secara nyata oleh mereka yang meyakininya, yakni orang-orang yang beriman," tegas Yasaroh di sela pembacaan ayat.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan (tartil) jamaah, tetapi juga memperkuat ikatan spiritual masyarakat Somakaton dengan Al-Qur'an sebagai solusi atas berbagai problematika hidup sehari-hari.

Sumber berita Yasaroh, S.Pd.

Editor Nuryati,S.H