Jemput Surga dengan Ilmu, Bukan Menukar Ilmu dengan Dunia, Kajian Kitab di KUA Jatilawang

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Jatilawang - Kajian rutin kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari kembali digelar oleh Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang. Kegiatan yang menjadi agenda pembinaan keilmuan tersebut diikuti dengan penuh khidmat sebagai bekal bagi para penyuluh dalam melaksanakan tugas bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat. Kamis (02/07)

Pada pertemuan kali ini, kajian mengangkat tema tentang keikhlasan dalam menuntut ilmu, dengan menelaah hadis Rasulullah SAW yang mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam mencari ilmu. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa mempelajari ilmu yang seharusnya dicari hanya karena mengharap wajah Allah, tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali untuk memperoleh tujuan-tujuan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan aroma surga.” (HR. Abu Dawud)

Dalam penyampaiannya, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang menjelaskan bahwa hadis tersebut menjadi peringatan keras bagi setiap penuntut ilmu agar tidak menjadikan ilmu sebagai alat untuk mengejar kepentingan dunia semata, seperti jabatan, harta, pujian, atau popularitas. Ilmu agama merupakan amanah yang harus dipelajari dan diamalkan dengan niat yang ikhlas demi mengharap ridha Allah SWT.

Kajian kitab yang dilaksanakan secara rutin setiap Kamis pagi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas spiritual, intelektual, dan profesional para penyuluh agama. Melalui pemahaman terhadap nilai-nilai adab dalam menuntut ilmu sebagaimana diajarkan KH. Hasyim Asy’ari, para penyuluh diharapkan mampu menyampaikan dakwah dengan ketulusan hati, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dan diamalkan oleh masyarakat.

Selain memperdalam wawasan keislaman, kegiatan ini juga menjadi media muhasabah bagi para penyuluh agar senantiasa menjaga kemurnian niat dalam setiap aktivitas dakwah dan pelayanan keagamaan. Dengan demikian, ilmu yang dimiliki tidak hanya bermanfaat bagi umat, tetapi juga menjadi jalan menuju keberkahan dan keselamatan di akhirat.

Melalui kajian rutin tersebut, KUA Jatilawang terus berkomitmen membangun sumber daya penyuluh yang tidak hanya kaya akan ilmu, tetapi juga kokoh dalam akhlak, sehingga mampu menjadi teladan dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.(dy)