HUT RI #81

Jumat Kejar Tayang: Cerita Admin SIMKAH KUA Somagede Sulap 3 Hari Kerja Jadi Satu Demi Akad Akhir Pekan

KUA Somagede
KUA Somagede
06 Nov 2026
25x dibaca
Diubah oleh Adeliana pada 07-11-2026 22:36
SHARE

Somagede — Hari Jumat kerap diidentikkan dengan jam kerja yang lebih santai menjelang akhir pekan. Namun, pemandangan berbanding terbalik justru terlihat di Kantor Urusan Agama (KUA) Somagede. Di sudut ruangan, jemari Mir'atul Husna, admin Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) KUA Somagede, tampak lincah menari di atas keyboard komputer demi menyelesaikan tumpukan berkas sebelum jam kerja berakhir. Jumat (06/11)

Suara gemertak mesin cetak yang sibuk mengeluarkan lembaran Nota Bedol (NB) dan tumpukan Register Buku Nikah menjadi irama wajib saban Jumat. Pasalnya, perempuan yang akrab disapa Husna ini harus memproses seluruh dokumen pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Ahad di luar kantor.

"Setiap Jumat situasinya memang selalu kejar tayang. Karena hari Sabtu dan Minggu kantor libur, seluruh urusan administrasi untuk pernikahan akhir pekan di luar kantor harus tuntas hari ini. Ibaratnya, pekerjaan tiga hari dirangkap dalam satu hari," ujar Husna di tengah kesibukannya, Jumat.

Fenomena "Jumat Super Sibuk" ini bukan tanpa alasan. Masyarakat yang memilih mengikat janji suci pada hari libur di luar kantor (bedol) tetap membutuhkan keabsahan dokumen formal dari KUA saat akad berlangsung.

Guna memastikan seluruh prosesi di lapangan berjalan lancar, admin SIMKAH bertanggung jawab penuh atas keakuratan data. Beberapa tahapan krusial yang dituntaskan dalam waktu singkat meliputi:

  • Verifikasi Data Pasangan: Memastikan kecocokan NIK, nama, serta status calon pengantin pada sistem SIMKAH.

  • Pencetakan Nota Bedol (NB): Memproses surat izin/tugas resmi bagi Penghulu yang akan memimpin akad nikah di luar kantor.

  • Penyiapan Register & Buku Nikah: Mencetak dan memeriksa fisik buku nikah serta lembar register agar siap ditandatangani saat prosesi akad.

Menangani administrasi pernikahan bukan sekadar mengetik dan mencetak. Satu huruf yang salah pada nama atau NIK dapat berdampak legal panjang bagi pasangan pengantin. Oleh karena itu, ketelitian tingkat tinggi menjadi syarat mutlak meski dikejar batas waktu akhir pekan.

Bagi Husna dan jajaran KUA Somagede, keletihan di hari Jumat terbayar lunas ketika melihat prosesi akad nikah warga pada Sabtu dan Ahad berjalan lancar tanpa kendala administrasi.

Pemandangan sibuk ini menjadi bukti nyata komitmen pelayanan publik di tingkat kecamatan—di mana persiapan matang di hari kerja menjadi kunci kekhidmatan momen sakral masyarakat di akhir pekan. (NurY)