Kakan Kemenag Banyumas dalam Pelatihan Dai Muda: Agama Itu Luas, Jangan Dipersempit !
Purwokerto – Menghadapi era digital yang penuh tantangan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaduddin, memberikan pesan mendalam bagi para pendakwah milenial. Hadir sebagai pemateri dalam acara Pelatihan Dai Muda dan Digitalisasi Dakwah yang digelar oleh MUI Kabupaten Banyumas, beliau menekankan pentingnya keterbukaan pikiran dalam beragama. Rabu (11/02/26)
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Banyumas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman Moderasi Beragama di kalangan generasi muda.
Dalam paparannya, Ibnu mengingatkan bahwa tantangan dakwah ke depan akan semakin berat, sehingga menuntut para dai untuk terus belajar dan memperluas cakrawala. Beliau memberikan peringatan keras terhadap sikap eksklusif atau kurang pergaulan (kuper) dalam berilmu.
"Jika kita kuper, maka yang lain akan dianggap salah. Jika sudah menganggap yang lain salah, maka akan melahirkan sifat fanatik buta," tegasnya di hadapan para peserta.
Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah analogi mengenai Doa Iftitah. Beliau mengajak para pendidik dan orang tua untuk tidak memberikan pemahaman yang sempit kepada generasi penerus.
Wawasan Luas: Ajarkan berbagai macam jenis Doa Iftitah agar generasi tahu bahwa perbedaan itu ada dan sah secara syariat.
Dengan mengetahui keragaman, pemikiran generasi muda akan menjadi luas dan tidak mudah menyalahkan orang lain.
Islam itu Luas: "Agama Islam itu luas, jadi jangan dipersempit," tambah beliau.
Sebagai penutup, Kakan Kemenag mengajak para Dai Muda untuk berdiri di posisi tengah (tawasuth). Beliau berpesan agar pendakwah masa kini mampu menjauhi sikap-sikap ekstrem.
* Hindari Labeling: Jangan mudah berkata bid'ah.
* Tolak Ekstremisme: Jangan menjadi radikal, namun juga jangan menjadi sekuler.
* Prinsip Moderat: Jadilah penengah yang mampu merangkul semua lapisan masyarakat dengan kesejukan dakwah. (Nur¥)
