Kakankemenag Larang Kegiatan Ekskul Outudor Di Banyumas

Oleh HUMAS
SHARE

 

Purwokerto : “ Sesuai dengan arahan dari menteri agama dan Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, bahwa semua kegiatan ekstra kurikuler luar ruangan yang melibatkan jumlah banyak seperti pramuka, renang, sepak bola dan sejenisnya untuk sementara waktu ditiadakan terlebih dahulu “. Hal tersebut disampaikan oleh kepala kantor Kemenag Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M.Ag dalam sambutannya di apel pagi. (Senin, 18/10)

Lebih lanjut kepala kantor mengaskan bahwa arahan dari menteri agama dan kakanwil Kemenag Jateng tersebut diberikan setelah adanya kejadian di kabupaten Ciamis yang menewaskan 11 siswa MTs Harapan Baru usai mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Cieluer, Leuwi lli Desa Utama, Kecamatan Cijeunjing, Kabupaten Ciamis pada Jumat (15/10/2021).

.“ Berdasarkan arahan tersebut kami langsung menindaklanjuti dengan memerintahkan kepada Kasi Pendma pak Edi dan Kasi PD Pontren Pak Naufal untuk langsung membuat surat edaran kepada semua madrasah dan pondok pesantren  baik swasta atapun negeri di kabupaten Banyumas agar kegiatan yang beresiko tinggi  untuk saat ini tidak boleh dilakukan. Dan setiap kali akan melakukan sebuah kegiatan harus berkoordinasi dengan pihak pihak yang berkepantingan serta  setiap kegiatan pendidikan harus menjamin aspek kesehatan dan keselamatan siswa ” Jelasnya.

“ Salah satu alasan penundaan bagi kegiatan yang melibatkan orang dalam  jumlah banyak adalah kabupaten Banyumas masih di level 3 dimasa pandemi saat sekarang Ini. sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) ditandatangani 4 Menteri, yaitu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Kesehatan Budi Gunadi, Dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.”  Ujarnya lebih lanjut

“ Kejadian tersebut membuktikan bahwa penguasaan dan pemahaman manajemen resiko masih lemah atau kurang dan mungkin saja malah tidak menerapkannya. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa koordinasi dengan semua pihak yang berkepentingan harus bisa berjalan dengan baik, serta pada saat akan membuat sebuah acara atau kegiatan manajemen resiko harus diterapkan.” Pungkasnya (tum)