Kakanwil Resmikan Kantor Dan Ruko KPRI Barokaturrokhim Dan Muawanah

Oleh HUMAS
SHARE

Purwokerto : Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah H. Musta;in Ahmad, SH, MH didampingi oleh kepala kantor Kemenag Banyumas Drs, H. Akhsin Aedi, M.Ag meresmikan kantor dan toko KPRI Barokaturrokhim dan Muawanah, bertempat di komplek kantor Kemenag Banyumas.(Senin, 4/10)

Peresmian kantor dan toko KPRI ini seiring dengan selesainya pembangunan kantor tersebut dan pemindahan dari kantor lama yang berlokasi di Jl. Adiyaksa No. 1 Purwokerto. Diharapkan dengan penggunaan gedung baru akan lebih memudahkan koperasi dalam pelayanan terhadap anggotanya.

Kepala Kantor Kemenag Banyumas Akhsin Aedi dalam sambutannya mengatakan sangat senang dengan  adanya gedung dan perkantoran yang baru semoga pengurus koperasi  bisa meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.

“ Terimaksih kepada seluruh anggota koperasi, baik Barokaturrokhim maupun Muawanah yang telah membantu keberadaan di  kantor kita, sehingga alhamdulillah pada hari ini akan diresmikan oleh pak kakanwil. Saya mohon kepada seluruh ASN untuk belanja di koperasi, karena ini akan membantu kebesaran koperasi di akan datang.” Lanjutnya

Dalam sambutannya Kakanwil menyampaikan bahwa Banyumas banyak menginspirasi kegiatan di kantor Kementerian Agama.

“ Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan anggotanya maka pengelolaan koperasi dengan system manajemen khusus dimana pengurus – pengurus hanya bertugas sebagai tenaga pengawas dan tenaga pengendali. Sementara manajer, kepala toko dan sabagainya menggunakan tenaga yang punya waktu yang full time. Tidak bisa mengandalkan pengurusnya dimana tenaganya sudah terkuras di kantor.” Jelas Musta’in

“ Anggota koperasi bukan hanya pegawai saja, akan tetapi pensiunan, hal ini karena setiap tahunnya pegawai yang pensiun banyak.  Kita harus mulai memikirkan bentuk bentuk usaha dan investasi seiring dengan kemajuan yang ada, kita tidak bisa lagi pakai cara cara lama yang hanya mengandalkan simpan pinjam. Apalagi kalau simpannya lebih banyak daripada pinjamnya. “ tuturnya

“ Cara yang paling tua adalah pertokoan , ini harus bisa dimaksimalkan karena setiap hari  tiap orang membutuhkan segala macam barang dan koperasi harus bisa memenuhi kebutuhan ini. “ ujarnya lebih lanjut. (tum)